Bakso, La Koffie, Bakso di Makassar, Kuliner, Kuliner Makassar, Kuliner di Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Bakso di Makassar
Bakso La Koffie dengan kuah yang rasanya seperti Soto Banjar. (Foto: Sapriady Putra/GoSulsel.com)
#

Bakso La Koffie di Alauddin Plaza, Kaya Serat & Kuahnya Mirip Soto Banjar

Rabu, 03 Februari 2016 | 11:00 Wita - Editor: Nilam Indahsari - Reporter: Nilam Indahsari - GoSulsel.com

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Cobalah memeras sepotong jeruk nipis dan menambahkan beberapa sendok teh sambal ke ke dalam kuah Bakso La Koffie. Takaran itu akan membawa Anda ke rasa kuah yang mirip dengan kuah Soto Banjar versi kuah ringan.

Menurut Irfan, salah seorang koki yang meracik bumbu Bakso La Koffie, bumbu kuah menu ini biasa saja. Bahan dasarnya bawang putih dan bumbu lain yang ditumis. Ditambah pula dengan telur dikocok lepas yang membuat kuahnya tak terlalu encer. Aromanya pun diberi sedikit sentuhan pala.

pt-vale-indonesia

“Saya tidak tahu bagaimana cara buat Soto Banjar dan kuahnya ini bumbunya biasaji, cuma bawang putih, campur bumbu yang lain baru saya tumis. Minyak yang saya pakai juga minyak goreng biasa karena kalau pakai minyak wijen, tidak semua orang suka aromanya. Sambelnya juga cuma bawang putih, bawang merah, sama lombok,” terang Irfan saat berbincang dengan GoSulsel.com, Senin (28/01/2016).

Selaku koki, Irfan tak mencampur penyedap makanan ke dalam kuah baksonya. Begitu pula dengan garam. Ia tak ingin seperti sebagian penjual bakso lain. Mereka biasanya bertindak seolah-olah seorang “diktator” dengan cara memukul rata selera pelanggannya persoalan rasa gurih. Jadi, garam dan penyedap makanan dari menu ini disajikan terpisah dari kuah.

“MSG (monosodium glutamat/penyedap makanan)-nya tidak saya campur dalam kuah. Karena tidak semua orang makan MSG,” imbuhnya.

Halaman 2

Bukan cuma kuahnya saja yang tak pakai penyedap makanan tapi juga racikan baksonya. Namun Muhammad AY yang merupakan pemilik kafe ini mengatakan, bahwa bakso yang mereka sajikan sampai saat ini masih didatangkan dari luar, yakni Bakso Bonto.

“Ini baksonya tidak pakai MSG, tidak pakai pengawet juga. Tapi kita masih suplai dari luar. Ini bakso produknya Bakso Bonto,” kata AY, mencoba memberi penjelasan tentang produk jualannya.

Kalau menyicip rasa baksonya, memang tak ada kesan penyedap rasa di lidah yang begitu strong.

“Penguat rasanya ada di perpaduan merica, gula pasir, garam, dan bawang putih,” kata Takwin, si pemilik sekaligus peracik Bakso Bonto, lewat perbincangan pribadi di sosial media.

Tekstur Bakso Bonto yang dipadukan dengan kuah racikan Irfan sedikit lembek. Namun jika Anda pernah memakan Bakso Luming di Jl Gunung Latimojong, rasanya tak seringan itu. Dengan tekstur seperti itu, Anda tak perlu ragu, apakah bakso ini memakai boraks atau tidak.

Halaman 3

Sebagian pelanggan menurut AY, mengeluhkan tekstur baksonya ini. Wajar saja, soalnya bakso ‘arus utama’ memang tak selembek ini. Tapi ternyata pembelokan arus ini tak lepas dari visi yang diusung oleh Daeng Bontang–sapaan Takwin, yakni memperbaiki gizi sekaligus menjaga usus pelanggannya.

Daging sapi cukup lama diproses dalam pencernaan. Nah untuk menjaga usus, Takwin memadukan bakso ini dengan tepung rumput laut.

“Iya, karena rumput laut itu bisa membantu kita memperbaiki pencernaan. Makanya cita rasa produk saya edisi kemarin terasa berpengaruh signifikan terhadap usus. Saat ini memang penggunaannya sudah semakin banyak untuk adonan Bakso Bonto dengan filosofi, memperbaiki gizi dan menjaga usus. Soal porsinya, ya saya atur sesuai proporsi yang sewajarnya dan seharusnya saja,” terang Daeng Bontang yang terkesan tetap berusaha tak membeberkan takaran resepnya.

Meski menggunakan rumput laut, tapi Daeng Bontang juga mencampur dengan tepung kanji yang lazim dipakai penjual bakso. Takarannya tak banyak karena dibantu perekat dari putih telur ayam ras, hingga kini.

“Iya (masih pakai putih telur), karena ikatan kolagen daging sapi ternyata semakin baik,” kata Daeng Bontang.

Halaman 4

Perkara daging, ternyata Daeng Bontang tak sembarang pakai. Hanya daging dari sapi jantan yang ia gunakan untuk baksonya.

“Sapi betina itu sesungguhnya memiliki tekstur daging yang kurang kompak dibandingkan sapi jantan,” dalihnya.

“Apalagi sapinya (sapi betina) sudah melalui proses fattening. Maksud saya, sapi jantan siap potong yang sudah digemukkan (proses fattening) lebe bae (lebih baik) dibandingkan sapi betina,” terangnya, lebih lanjut.

Meski Bakso Bonto juga dijual di tempat lain. Namun menurut AY, seorang pelanggan Bakso Bonto yang tak hanya mencicipi bakso ini di La Koffie, mengaku kuah bakso di kafe ini berbeda. Pelanggan itupun lebih memilih kuah ala La Koffie. Bahkan sempat menawari AY untuk membuat franchise.

“Ada pelanggan, yang perkenalkan Bakso Bonto ini, dia bandingkan kuahnya di sini sama warung bakso yang pakai juga Bakso Bonto. Tapi dia lebih pilih kuah di sini. Jadi sempat dia tawari untuk buat franchise, tapi kami belum tanggapi,” kata AY yang dijumpai di kafenya.

Halaman 5

Bakso La Koffie ini dibanderol relatif murah, yakni Rp 18 ribu per porsi. Seporsi berisi 6 biji bakso, laksa, kacang goreng, jeruk nipis, taburan daun bawang dan seledri (jika suka).

Menu ini disajikan tiap hari di La Koffie, dari pukul 9 pagi hingga pukul 12 malam. Bila ingin tahu bagaimana rasa kuah dan baksonya, datang saja ke Jl Sultan Alauddin, Alauddin Plaza BB 17 (belakang McDonald).

Berikut foto-fotonya:

Halaman 6

Bakso, La Koffie, Bakso di Makassar, Kuliner, Kuliner Makassar, Kuliner di Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Bakso di Makassar

 

Halaman 7

Bakso, La Koffie, Bakso di Makassar, Kuliner, Kuliner Makassar, Kuliner di Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Bakso di Makassar

 

Halaman 8

Bakso, La Koffie, Bakso di Makassar, Kuliner, Kuliner Makassar, Kuliner di Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Bakso di Makassar

 

Halaman 9

Bakso, La Koffie, Bakso di Makassar, Kuliner, Kuliner Makassar, Kuliner di Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Bakso di Makassar

 

Halaman 10

Bakso, La Koffie, Bakso di Makassar, Kuliner, Kuliner Makassar, Kuliner di Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Bakso di Makassar

(*)


BACA JUGA