Ini 5 Bank Penyedia Kartu E-Toll di Sulsel

Kamis, 21 September 2017 | 10:07 Wita - Editor: Irfan Wahab - Reporter: A Nita Purnama - GoSulsel.com

Makassar, GoSulsel.com – Mulai Oktober 2017, pembayaran di jalan tol akan menggunakan kartu atau dilakukan secara nontunai menggunakan uang elektronik.

Lima bank penyedia layanan kartu e-toll yaitu Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BCA, dan Bank BTN.

pt-vale-indonesia

“Kita sudah cek ketersediaan uang elektronik dari lima bank penyedia dan jumlahnya lebih dari cukup,” ujar Kepala Perwakilan BI Sulsel, Bambang Kusmiarso belum lama ini.

Pada tahap awal, pembayaran tol dengan menggunakan e-Toll card, kartu Bank BRI Brizzi, Mandiri e-money, kartu BNI Tapcash, Kartu BTN link, dan BCA Flazz dapat digunakan di ruas Tol Reformasi, Makassar, Sulawesi Selatan.

Pihak bank penyedia uang elektronik (UNIK) tersebut juga telah mempersiapkan top up (isi ulang) yang memudahkan pengguna jalan tol. Selain bisa isi ulang di ATM-ATM, juga disediakan aplikasi oleh setiap bank yang bisa di download pada android.

“Fasilitas top up sekarang sangat mudah. Di seluruh ATM bisa dilakukan top up dan sekarang jaringan ATM dari bank itu besar. Bukan hanya dari jaringan ATM, sekarang juga bisa melalui android. Anda bisa lihat saldo dan lokasi top up lewat aplikaso ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ismail Malliungan, Bosowa Marga Nusantara selaku pengelola tol mengatakan bahwa kesiapan sarana prasarana untuk Gerbang Tol Otomatis (GTO) sudah 60%. Pengecekan untuk penggunaan uang elektronik 100% berhasil tanpa kendala. Diperkirakan minggu pertama bulan Oktober GTO akan siap seluruhnya.

“Kami sudah coba dan sukses 100% tidak ada kendala. GTO kami akan siap di minggu pertama Oktober. Progress sudah 60%. Minggu pertama masih bisa terkejar,” tuturnya.

Pemberlakuan UNIK di GTO ini dilakukan secara bertahap hingga Oktober mendatang melihat jumlah pengguna UNIK masih sangat minim.

“UNIK pemberlakuannya tidak menunggu GTO, jadi semua gardu tol kita sudah siap untuk tidak menerima cash, tapi melihat pengguna hari ini masih 10% yang menggunakan UNIK, jadi kita melakukan penerapan bertahap. Hingga Oktober nanti mudah-mudahan bisa sukses,” paparnya. (*)