DPP Apindo Sulsel menggelar buka puasa bersama di Phinisi Ballroom Hotel Claro, Senin (19/04/2021)/Int

Buka Puasa Bersama, Apindo Komitmen Berkontribusi Tingkatkan Perekonomian Sulsel

Senin, 19 April 2021 | 21:34 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel menggelar buka puasa bersama. Kegiatan berlangsung di Phinisi Ballroom Hotel Claro, Senin (19/04/2021).

Tema yang diusung ialah “Membangun Optimisme Dunia Usaha Melalui Silaturahim dan Amaliah Ramadhan.” Buka puasa dihadiri oleh perwakilan Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar, Kejati Sulsel, Kejari Makassar, dan pihak Perbankan.

pt-vale-indonesia

“Bagaiamana pun kondisi ekonomi saat ini, Apindo harus selalu tampil membuat sarana pertemuan seperti ini, yaitu buka puasa bersama,” ujar Ketua DPP Apindo Sulsel, La Tunrung.

Lanjut, ia mengatakan bahwa hal ini merupakan bentuk partisipasi moral Apindo dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Pihaknya berkomitmen terus bersinergi dengan pemerintah dan lembaga lainnya.

“Apindo juga berusaha membuat ruang ini untuk mempertemukan berbagai stakeholder,” katanya.

“Sehingga di ruangan ini, baik dari segi ekonomi, hubungan kenasabahan, ekonomi, dan hukum, itu bisa ketemu,” sambung La Tunrung.

La Tunrung juga menyebut bahwa Apindo adalah organisasi yang multi-sektor. Sehingga, semua sektor yang ada, semua harus dirangkul, untuk membicarakan yang terbaik bagi Sulsel.

“Kedua, harapan kita, buka puasa ini bisa menjadi ajang temu kangen. Karena tahun lalu tidak bisa, karena penyebaran Pandemi Covid-19 masih masif-masifnya,” sebutnya.

Meski sudah bisa menggelar buka puasa bersama, ia menegaskan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Sehingga, tamu undangan yang hadir, dibatasi hanya 50 persen dari total kapasitas ruangan.

“Ketiga, kita lihat lagi, perbaikan ekonomi kita di Sulawesi Selatan sudah tumbuh baik. Walaupun masih mines 0,07 persen,” terangnya

“Artinya sumbangsih dunia usaha belum maksimal, teman-teman dari perbankan juga pasti masih gelisah. Karena pasti masih over likuid, dilain sisi pengusaha belum mampu menggunakan dana itu untuk mensupport,” sambungnya.

Terakhir, ia menjelaskan, jika acara ini  juga diperuntukkan untuk berbagi kepada sekitar 200 anak yatim. Mereka berasal dari 5 panti asuhan berbeda, yakni Panti Asuhan Nur Taqwa, Al-Muhaimin, An-nisa, Mawaddah, dan Panti Asuhan Watampalie.

“Kita juga mencoba memberikan apa yang kita miliki kepada anak panti. Ada sekitar 200 anak panti yang kita undang, dan akan berbagi sedikit kepada mereka,” tutupnya.(*)


BACA JUGA