Ketua IBI Ranting RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo, Besse Sariwana (kanan) saat menerima panji IBI dari Ketua IBI Makassar, Emilia Harnani usai terpilih kembali dalam Musyawarah Ranting yang digelar di Auditorium RS Unhas, Sabtu (13/11/2021)

Kembali Nahkodai IBI RSUP Wahidin, Ini Harapan Besse Sariwana

Sabtu, 13 November 2021 | 15:36 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Musyawarah Ranting Ikatan Bidan Indonesia (IBI) RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo digelar di Auditorium RS Unhas pada hari ini, Sabtu (13/11/2021). Hasilnya, Besse Sariwana kembali terpilih Ketua untuk kali kedua.

Ketua IBI Kota Makassar, Emilia Harnani menyaksikan langsung musyawarah tersebut. Ia pun mengukuhkan Besse Sariwana beserta jajaran barunya dalam periode keduanya sebagai nahkoda IBI Ranting RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo.

Di periode keduanya ini, Besse Sariwana memastikan untuk meningkatkan pelayanan terhadap ibu hamil dan anak. Mengingat RSUP Wahidin merupakan rumah sakit rujukan di Indonesia Timur.

“Kita akan memfokuskan yang paling utama itu ibu hamil dengen komplikasi atau rujukan, jadi yang dari Puskesmas yang sudah diskrining atau yang dari dari Faskes karena kita rumah sakit rujukan,” ungkap Besse Sariwana.

Lebih jauh, Besse monegasken bahwa pihaknya akan berupaya dalam membantu pemerintah menangani Covid-19. Adapun caranya dengan menggenjot program vaksinasi khususnya bagi ibu hamil.

“Harapannya kita semuanya bisa divaksin biar kita lepas masker,” harap Besse.

Sementara itu, Ketua IBI Kota Makassar, Emilia Harnani menyatakan jika IBI konsisten berperan serta dalam menangani Covid-19. Membantu agar ibu hamil tidak terpapar virus ini.

“Bidan kan menjadi ujung tombak pelayanan dasar, termasuk menangani pandemi ini. Jadi teman-teman bihan itu memang betal-betul terjun langsung menangani kasus ini terhadap yang dialami ibu hamil karena tidak sedikit kasusnya,” jelasnya.

Sejauh ini, IBI, kata Emilia, juga ikut berkontribusi melakukan percepatan vaksinasi Covid-19. Ia pun berharap agar target vaksin bisa dicapai sehingga terbentuk kekebalan kelompok atau Herd Immunity.

“Kami menurunkan tim sebagai vaksinator di Dinas Kesehatan untuk bersama melakukan vaksinasi di Makassar. Ini memang tantangan kita yang berat karena memang kita tetap bekerja sementara dihadapkan dengan resiko yang tinggi,” tukasnya.(*)