Yayasan Hadji Kalla Berbagi Paket Iftar dan Vitamin ke 1000 Anak Panti Asuhan

Senin, 11 April 2022 | 22:51 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Yayasan Hadji Kalla (YHK) kembali menjalankan program berbagi paket iftar ke panti asuhan tahun ini. Makanan siap saji diberikan kepada 1.000 anak yang menetap di 40 panti asuhan di wilayah Makassar, Maros, Pangkep, Gowa dan Takalar. Selain paket iftar, ada pula paket vitamin dan uang pembinaan yang diberikan kepada anak panti asuhan.

Pemberian bantuan buka puasa tersebut adalah program rutin dari Yayasan Hadji Kalla setiap tahunnya di bulan Ramadan. Pembagian paket iftar ini berlangsung selama 7-10 April 2022.

Officer Program Islamic Care YHK, M Syafei Karsali berharap, dengan adanya bantuan ini, anak panti asuhan bisa menikmati hidangan buka puasa yang lebih baik. Selain itu, vitamin yang diberikan juga dapat menjaga kondisi kesehatan mereka tetap prima selama bulan puasa.

“Kita berharap seluruh bantuan yang disalurkan ke 40 panti asuhan pada lima kabupaten/kota ini dapat membawa manfaat bagi anak-anak. Mulai dari makanan siap saji, vitamin serta uang pembinaan yang semoga bisa meringankan beban lembaga sosial yang khusus untuk mengasuh anak yatim piatu,” tutur Syafei.

Sementara itu, Pembina Panti Asuhan Mattampawalie Kota Makassar, Nana, mengaku sangat senang atas adanya paket iftar yang diberikan oleh Yayasan Hadji Kalla. Anak-anak tentunya juga ikut merasa bahagia dengan adanya menu buka puasa seperti ini di panti asuhan.

“Terima kasih atas berbagai bantuan yang diberikan oleh Yayasan Hadji Kalla. Kami berharap bantuan seperti ini bisa berkesinambungan dan lebih banyak membantu anak yatim di berbagai daerah,” ungkapnya.

Bantuan buka puasa tahun ini menjadi sangat berbeda. Sebab, tidak dilakukan dalam seremoni dan kumpul bersama semua anak panti asuhan dari kelima daerah yang dibantu.

Tim Yayasan Hadji Kalla melakukan pembagian bantuan tersebut dengan mendatangi lokasi secara langsung. Hal ini dilakukan karena masih berada di masa pandemi.(*)