Awali Tahun 2026, Unibos Kembali Cetak Tiga Guru Besar

Wednesday, 07 January 2026 | 18:26 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Mengawali tahun 2026, Universitas Bosowa (Unibos) kembali mengukuhkan tiga guru besar periode Januari 2026. Ketiganya adalah Prof. Ir. Baharuddin, M.SI., Ph.D, Prof. Ir. Andi Tenri Fitriyah, M.Si.,Ph.D dan Prof. Dr. Cahyono, S.E., M.Si. Pengukuhan berlangsung di Balai Sidang 45 Kampus Unibos, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar pada Rabu (7/1).

Prof Andi Tenri Fitriya merupakan Dekan Fakultas Pertanian dikukuhkan sebagai guru besar dengan ilmu kepakaran Tantangan dan Peluang Ketahanan Pangan Melalui Inovasi Pangan Alternatif. Prof Baharuddin, dosen Fakultas Pertanian dengan kepakaran Revitalisasi Usahatani Berkelanjutan Indonesia. Prof Cahyono merupakan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis dikukuhkan dalam bidang ilmu Manajamen dengan kepakaran Inovasi Manajemen dan Keberlanjutan Usaha Ekonomi.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin yang hadir pada pengukuhan mengungkapkan bahwa ketiga guru besar yang dikukuhkan memiliki riset atau kepakaran yang berhubungan langsung dengan program yang akan dilaksanakan Pemerintah Kota Makassar.

PT-Vale

Riset Prof Fitriya soal ketahanan pangan misalnya, Appi menyebut Makassar adalah ibu kota provinsi yang tidak punya lahan pertanian yang besar sehingga ketergantungan akan pangan sangat besar dari wilayah – wilayah pendukungnya sehingga dibutuhkan alternatif untuk bisa memastikan pasokan pangan terhadap 1,4 juta jiwa penduduk di kota ini.

“Tadi diuraikan secara gamblang oleh Prof fitria. Ini benar benar masuk dalam program yang dicanangkan oleh pemkot makassar. Saya akan undang untuk duduk sama sama bagaimana merealisasikan program ketahanan pangan melalui berbagai macam program yang ada di kota makassar agar masyarakat kota Makassar bisa menjaga kemandirian pangan di lingkungan mereka,” ujar Appi sapaan Munafri.

Kedua, terkait riset Prof Cahyono, Appi mengatakan kepakarannya memberikan gambaran bagaimana UMKM bisa naik kelas.

“Saya perhatikan, bukan lagi resep rahasia yang harus di bangun tapi bagaiaman bisa menyuplai kegiatan UMKM ini dengan segala macam perencanaan termasuk bagaiamana berinovasi sesuai selera pasar,” katanya.

Menurutnya, UMKM ini merupakan salah satu penggerak ekonomi yang sangat besar sehingga pemerintah harus hadir bersama sama menjaga keberlangsungan UMKM harus naik kelas ke tahap lebih baik lagi. Ujungnya agar UMKM bisa ekspor.

Sementara terkait kepakaran Prof Baharuddin, Appi menilai keberlanjutan atau sustainability sangat penting. “kita tidak mau semuanya hanya berlangsung hari ini, sementara ada generasi berikutnya yang menunggu seperti apa kita bisa mendapatkan prodak pertanian yang baik,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Andi Lukman menegaskan peran strategis guru besar adalah menjadi pemimpin pemikiran di bidang keilmuannyya yang mampu melahirkan gagasan, teori dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan. Menjadi teladan akademik dan etika bagi doesn dan mahasiswa, mejaga integritas, kekebasan akademik serta budaya ilmiah yang sehat.

“Guru besar harus memperkuat kualitas riset dan publikasi ilmiah, mengawal generasi akademik, membina dosen mudah agar tumbuh menjadi akademisi yang bisa menjadi guru besar juga,” katanya.

Selain itu, juga harus menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, ini sejalan dengan arah kebijakan penyelenggara perguruan tinggi, menuntut kontribusi riil perguruan tinggi dalam pembagunan.

“Saya mengapresiasi Unibos atas komitmen dan dedikasi yang konsisten dalam pelaksanaan pembinaan pengembangan sumber daya manusia,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Unibos,  Prof. Dr. Ir. Batara Surya, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa saat ini jumlah guru besar Unibos mencapai 38 guru besar dan pada 12 Februari mendatang dua guru besar kembali akan dikukuhkan lagi.

“Kemarin saya sudah menerima dua SK guru besar lagi atas nama Prof. Dr. Zulkifli Makkawaru dan Prof. Dr. Mas’ud Muhammadiyah,” jelasnya.

“Mudah-mudahan dengan dukungan ketua yayasan, guru besar Unibos bertambah dua lagi sehingga mejadi 40 guru besar,” tambah Rektor.

Ia juga turut menyampaikan selamat kepada tiga guru besar yang baru dikukuhkan. Ia berharap Ini merupakan batu loncatan untuk memberikan motivasi kepada dosen dosen berikutnya untuk meraih posisi yang sama ke depan. (*)