Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Gowa Perketat Kewaspadaan Bencana

Wednesday, 14 January 2026 | 23:01 Wita - Editor: A Nita Purnama -

BACA JUGA

GOWA, GOSULSEL.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan. Dalam rilis tersebut, Kabupaten Gowa termasuk daerah dengan potensi curah hujan tinggi.

Menyikapi kondisi ini, Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa dalam keadaan siap siaga untuk menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem dan dampak bencana yang dapat terjadi.

“Pastinya dalam bentuk apapun kejadian yang terjadi di Kabupaten Gowa, pasti akan cepat kita tindaklanjuti. Saya sudah meminta Kepala BPBD Kabupaten Gowa bersama dinas terkait untuk cepat tanggap terhadap hal-hal yang mungkin terjadi di Kabupaten Gowa,” ungkapnya.

PT-Vale

Bupati Gowa juga mengingatkan bahwa secara geografis, sebagian wilayah Kabupaten Gowa merupakan dataran tinggi yang rawan bencana, khususnya tanah longsor saat curah hujan tinggi.

“Kami siapkan posko siaga bencana di seluruh Desa dan Keluhuran, ini sudah jauh-jauh hari sudah kita aktifkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gowa, Wahyudin, menjelaskan bahwa BMKG telah mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk wilayah Kabupaten Gowa. Hampir seluruh kecamatan berada dalam status siaga, bahkan empat kecamatan masuk kategori awas.

Sesuai arahan pimpinan daerah, BPBD telah melakukan langkah-langkah mitigasi dengan menyebarkan peringatan dini secara menyeluruh, mulai dari tingkat kecamatan, desa, kelurahan, hingga masyarakat umum.

“Sebagai langkah mitigasi, kami menyampaikan peringatan dini ini secara menyeluruh agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” ujar Wahyudin saat dikonfirmasi Selasa (13/1).

Ia menambahkan, BPBD Kabupaten Gowa terus melakukan pemantauan intensif di titik-titik rawan bencana, seperti daerah rawan banjir, longsor, dan angin kencang. Untuk mempercepat penanganan jika terjadi keadaan darurat, posko siaga telah diaktifkan di kantor BPBD serta di kantor desa dan kelurahan.

Selain itu, BPBD juga menyiapkan berbagai perlengkapan dan logistik tanggap darurat, seperti kendaraan operasional, truk, mobil pick-up, perahu fiber dan perahu karet, life jacket, helm, serta kebutuhan pendukung lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wahyudin turut mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas di tengah cuaca ekstrem.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di luar rumah saat hujan lebat atau angin kencang, serta tidak melakukan aktivitas di daerah aliran sungai. Saat ini sudah terdapat korban jiwa akibat beraktivitas di sungai,” tegasnya.

Masyarakat juga diminta untuk tidak berteduh di bawah pohon yang berisiko tumbang, rutin membersihkan saluran drainase di lingkungan sekitar, serta aktif memantau informasi cuaca dari sumber resmi.

“Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diimbau untuk bersiap melakukan evakuasi mandiri sementara ke tempat yang lebih aman apabila kondisi memburuk” tambahnya.

Terpisah, Camat Tinggimoncong, Andi Aso Mannuntungi Ambarala, menyampaikan bahwa pihak kecamatan bersama unsur tripika dan pihak terkait juga telah mengaktifkan posko siaga bencana. Hal ini dilakukan mengingat wilayah Tinggimoncong masuk dalam zona merah atau awas berdasarkan prakiraan BMKG.

“Jadi upaya-upaya yg telah disiapkan yaitu berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil setempat membentuk posko siaga bencana, kemudian menyiapkan atau menstandbykan sarana prasarana pendukung ketika terjadi bencana baik itu pohon tumbang ataupun longsor,” ujarnya.

Ia juga terus mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah lereng gunung, agar meningkatkan kewaspadaan dan bersedia mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman jika kondisi cuaca memburuk.

“Kami juga menyiapkan gedung fasilitas milik pemerintah untuk dijadikan lokasi pengungsian jikalau terjadi hal-hal yang berakibat fatal nantinya,” tambahnya.(*)


Tags: