Zymuno, suplemen kesehatan dari madu herbal/FOTO: INT
Zymuno, suplemen kesehatan dari madu herbal/FOTO: INT

Di Tengah Padatnya Aktivitas Ramadan, Zymuno Bantu Tubuh Tetap Fit

Thursday, 22 January 2026 | 10:59 Wita - Editor: Agung Eka -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Bagi umat muslim, bulan Ramadan menjadi momentum untuk memperbanyak ibadah, utamanya menjalankan puasa sebagai kewajiban. Dengan itu, kondisi kesehatan pun harus prima.

Tantangan kesehatan memang kerap muncul di saat bulan Ramadan, mulai dari tubuh mudah lelah, daya tahan menurun, hingga risiko terserang flu dan infeksi ringan. Olehnya, penting bagi umat muslim khususnya yang berada di Makassar menjaga kondisi tubuh.

Di tengah perubahan ritme harian selama Ramadan, menjaga sistem imun menjadi hal yang sangat penting. Sebagai rekomendasi, masyarakat Kota Makassar, Sulawesi Selatan bisa mengonsumsi madu herbal Zynumo, salah satu suplemen kesehatan uuntuk membantu memelihara daya tahan tubuh.

PT-Vale

Tantangan Kesehatan Selama Menjalankan Puasa

Puasa di bulan Ramadan dilakukan selama 30 hari. Kondisi ini mendorong tubuh harus beradaptasi dengan waktu makan yang terbatas, yaitu saat sahur dan berbuka.

Perubahan pola makan akibat puasa sering berdampak pada asupan yang kurang seimbang. Menu sahur yang itu-itu saja, misalnya ayam dan mie instan. Begitu saat berbuka, ayam kembali di makan ditambah kue dan es buah.

Dari kondisi itu, keluhan soal kesehatan pun dirasa, seperti tubuh terasa lemas atau cepat lelah, sulit berkonsentrasi di siang hari, daya tahan tubuh menurun, dan mudah terserang batuk, pilek, atau flu.

Menurut dr Wachyudi Muchsin, dokter umum di Makassar, perubahan pola makan tersebut mengakibatkan efek ‘kaget’ pada tubuh sehinggga bisa jatuh sakit.

“Banyak yang juga salah paham seperti banyak mengabaikan sahur dengan alasan cukup niat padahal sahur dengan gizi seimbang sangat bermanfaat sehat tubuh,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).

Selain itu, kata Yudi–sapaan akrabnya, pola berbuka puasa yang keliru seperti minuman dingin selama sebulan penuh dapat menyebabkan infeksi tenggorokan, batuk, flu, dan demam.

“Ada lagi gorengan dan makanan yang berlemak yang bisa menyebabkan kolesterol, asam urat, diabetes, hipertensi, hipertensi dan naiknya beratnya badan saat puasa,” jelasnya.

Berbagai keluhan kesehatan tersebut dapat mengganggu kelancaran ibadah, seperti salat tarawih, tadarus Al-Quran, maupun aktivitas harian lainnya. Oleh karena itu, menjaga kesehatan selama Ramadan menjadi bagian penting agar ibadah dapat dijalani dengan maksimal.

Menjaga Imun saat Pola Makan Berubah

Dengan perubahan pola makan saat bulan Ramadan, sistem imun akan memainkan perannya. Sebagai pertahanan alami tubuh, imun akan melindungi dari berbagai penyakit seperti bakteri dan virus.

Sistem imun bekerja dengan cara mengenali benda asing (kuman) yang masuk ke dalam tubuh, lalu melawan dan menghancurkannya agar tidak menyebabkan penyakit. Sistem ini terdiri dari berbagai bagian tubuh, seperti sel darah putih, antibodi, sumsum tulang, kelenjar getah bening, dan organ lainnya.

Bila sistem imun kuat, tubuh lebih tahan terhadap penyakit. Sebaliknya, jika sistem imun lemah, tubuh akan lebih mudah terserang infeksi dan sakit. Untuk itu, menjaga sistem menjadi sangat penting terutama saat tubuh mengalami perubahan pola makan dan aktivitas, seperti saat berpuasa.

Yudi mengatakan, sistem imun bisa dijaga bahkan diperkuat dengan mengonsumsi suplemen kesehatan. Terlebih, bila pola makan berubah di saat menjalanka puasa.

“Bagaimana pun juga imun tetap jadi pertahanan bagi tubuh. Jika imun lemah di saat puasa, kita mudah terkena penyakit. Ibadah pun jadi terganggu padahal kita mau cari kemuliaan di bulan Ramadan,” ujarnya.

Zymuno Dukung Ibadah Puasa Lebih Optimal

Zymuno, madu herbal dari PT Etos Kreatif Indonesia (Ethos) bisa menjadi pilihan suplemen kesehatan untuk dikonsumsi selama bulan Ramadan. Produk ini diformulasikan agar meningkatkan daya tahan tubuh.

Madu herbal Zymuno juga aman di konsumsi. Komposisinya terdiri dari bahan alami, di antaranya madu hutan, temulawak (Curcuma xanthorrhiza), meniran hijau (Phyllanthus urinaria), daun kelor (Moringa oleifera), dan temugiring.

Kandungan dalam madu herbal Zymuno bekerja dengan mendukung sistem imun agar tetap optimal dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan, termasuk saat menjalankan ibadah puasa.

Brand Manager Zymuno, Sendhi Dhania mengatakan madu herbal Zymuno merupakan solusi herbal yang dirancang khusus untuk mendukung kesehatan masyarakat dalam menghadapi tantangan kesehatan.

“Berdasarkan klaim tradisional yang terdaftar di BPOM, Zymuno diformulasikan untuk membantu menjaga kesehatan pada penderita kanker, sehingga perannya bukan sebagai pengganti makanan utama atau sumber energi utama,” katanya melalui keterangan resminya beberapa waktu yang lalu.

Untuk itu, lanjut Sendhi, masyarakat perlu asupan nutrisi yang dapat mendukung kelancaran beraktivitas ibadah dan kerja selama bulan Ramadan. Madu herbal Zymuno bisa menjadi pilihan yang di konsumsi dua kali yaitu setelah sahur dan berbuka.

“Zymuno sebaiknya ditempatkan sebagai produk herbal pendamping untuk membantu memelihara kondisi kesehatan tubuh selama berpuasa,” katanya.

Sementara itu, Aidil, salah satu warga Makassar menilai suplemen kesehatan seperti Zymuno memang cocok dikonsumsi saat puasa. Dari pola makan sampai istirahat yang berantakan jadi alasan untuk memilih madu herbal Zymuno.

“Memang ada baiknya kalau konsumsi supleme. Setidaknya biar dipastikan kalau imun kita juga tetap kuat di bulan puasa,” ujarnya.

Madu herbal Zymuno dengan kemasan botol kini mudah dijumpai di apotik atau toko obat di seluruh Indonesia. Mudahnya menjangkau supleme kesehatan ini diharap mampu memberikan solusi dalam menjaga daya tahan tubuh saat puasa nanti. (*)