Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar di Masjid Agung Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, pada Kamis (15/01/2026)

Isra Mi’raj di Gowa Jadi Momentum Penguatan Keimanan dan Perluasan Program Gowa Mengaji

Thursday, 15 January 2026 | 22:42 Wita - Editor: A Nita Purnama -

BACA JUGA

GOWA, GOSULSEL.COM — Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang digelar di Masjid Agung Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, pada Kamis (15/1), tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan tahunan tetapi juga sebagai momentum strategis untuk memperkuat keimanan, karakter religius, serta perluasan program keagamaan di lingkungan masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN).  

Acara yang dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Gowa, Forkopimda, para pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), camat, ASN, dan masyarakat ini menjadi ruang refleksi nilai keislaman di tengah dinamika kehidupan sosial dan pemerintahan.  

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar seremonial, melainkan sarana untuk memperdalam keimanan kepada Allah SWT serta meneladani nilai-nilai luhur Rasulullah SAW.  

PT-Vale

“Banyak hikmah dan pelajaran dari peristiwa Isra Mi’raj yang dapat kita petik dan kita realisasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bupati Husniah.  

Menurutnya, peristiwa Isra Mi’raj mengandung pesan mendalam yang tak hanya bersifat spiritual, tetapi juga penting dalam membentuk karakter kehidupan berbangsa, bermasyarakat, dan bernegara. Dia menjelaskan bahwa melalui peristiwa itu umat Islam menerima perintah shalat lima waktu, yang memiliki nilai penting dalam pembentukan kepribadian disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan berakhlakul karimah.  

“Shalat bukan hanya kewajiban ritual, tetapi sarana membentuk pribadi yang disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan berakhlakul karimah,” tambahnya.  

Husniah kemudian mengajak seluruh jamaah melakukan introspeksi diri sejauh mana ibadah dan nilai-nilai keislaman telah membentuk perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam tatanan pemerintahan.  

“Di sinilah pentingnya menjadikan salat dan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat,” tegas Bupati yang juga perempuan pertama memimpin Gowa ini.  

Sejalan dengan refleksi spiritual tersebut, Pemerintah Kabupaten Gowa mendorong perluasan Program Gowa Mengaji sebagai wujud nyata memperkuat spiritualitas dan karakter ASN serta masyarakat luas. Program yang selama ini sudah berjalan di lingkungan pendidikan, kini diperluas dalam pemberdayaan ibadah dan pembiasaan nilai religius secara umum.  

Husniah menyampaikan harapannya agar budaya mengaji yang terus dilakukan dapat menghadirkan keberkahan dan membuka pintu rezeki, terutama dalam konteks pembangunan sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.  

Peringatan Isra Mi’raj ini juga diramaikan dengan ceramah religius dari Prof. Arifuddin Ahmad, yang mengingatkan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar catatan sejarah, melainkan mengandung nilai-nilai penting yang relevan dalam kehidupan sosial dan pemerintahan.


“Isra Mi’raj bukan sekadar catatan sejarah, tetapi mengandung pelajaran penting, termasuk bagaimana menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bahkan dalam menyelenggarakan pemerintahan,” jelasnya.(*)


Tags: