Kadis PUPR Gowa Tekankan Pentingnya Validasi Data Peserta PBPU BP Pemda

Thursday, 13 February 2025 | 21:05 Wita - Editor: A Nita Purnama -

BACA JUGA

GOWA, GOSULSEL.COM — Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gowa, Rusdy Alimuddin, menekankan pentingnya pemutakhiran dan validasi data dalam mendukung kelancaran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal ini ia sampaikan saat menghadiri Rapat Pemutakhiran Data Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah (BP Pemda) Kabupaten Gowa bersama BPJS Kesehatan, yang digelar di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Selasa (12/02/2025).

Rapat ini dibuka langsung oleh Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, dan turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, para pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa, camat, serta lurah dan kepala desa se-Kabupaten Gowa.

Rusdy Alimuddin menyampaikan bahwa kegiatan pemutakhiran data ini merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh masyarakat yang membutuhkan benar-benar terdaftar dalam program jaminan kesehatan.

PT-Vale

“Langkah ini adalah bagian dari komitmen bersama untuk memastikan bahwa seluruh warga Gowa, khususnya yang termasuk dalam kategori tidak mampu, bisa mendapatkan jaminan kesehatan secara layak,” ujar Rusdy Alimuddin.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya peran kolaboratif antar instansi pemerintah, termasuk perangkat kecamatan dan desa, dalam menghadirkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita harus pastikan bahwa data yang digunakan benar-benar mencerminkan kondisi riil masyarakat di lapangan. Oleh karena itu, sinergi antara dinas teknis, kecamatan, hingga ke tingkat desa menjadi kunci utama,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rusdy menegaskan kesiapan Dinas PUPR untuk memberikan dukungan teknis, termasuk penggunaan data spasial dan pemetaan wilayah, guna membantu proses verifikasi dan validasi peserta JKN di daerah terpencil atau sulit dijangkau.

“Kami siap berkontribusi dari sisi teknis apabila diperlukan, termasuk pemanfaatan teknologi geospasial yang bisa digunakan untuk pemetaan wilayah sasaran program,” tutup Rusdy.(*)