Bulukumba Masuki Usia ke-66, Syafrudin Mualla: Saatnya Melompat Lebih Jauh dengan Kekuatan Daerah

Tuesday, 03 February 2026 | 15:44 Wita - Editor: Agung Eka -

BULUKUMBA, GOSULSEL.COM – Tanggal 4 Februari menjadi penanda penting bagi Kabupaten Bulukumba. Di usia ke-66 tahun ini, Bulukumba telah melalui perjalanan panjang—dari daerah dengan sejarah maritim yang kuat hingga menjadi kabupaten dengan potensi ekonomi yang terus berkembang.

Namun, peringatan hari jadi daerah seharusnya tidak berhenti pada seremoni dan ucapan. Momentum ini perlu dimaknai sebagai ruang refleksi sekaligus penegasan arah: ke mana Bulukumba akan dibawa, dan dengan kekuatan apa daerah ini akan dibangun.

Wakil Ketua Umum KADIN Sulsel, Syafrudin Mualla memandang bahwa Bulukumba sejatinya tidak kekurangan potensi, tetapi masih membutuhkan lompatan besar dalam pengelolaan ekonomi daerah.

PT-Vale

Potensi Besar yang Perlu Dikelola Lebih Strategis

Pria asli Bulukumba itu mengatakan bahwa Bulukumba memiliki modal dasar yang kuat. Sumber daya alam melimpah, sektor kelautan dan perikanan yang menjanjikan, pertanian yang menjadi penopang ekonomi masyarakat, pariwisata dengan identitas khas, serta sumber daya manusia yang ulet dan pekerja keras.

“Namun, potensi tidak otomatis berbanding lurus dengan kesejahteraan. Tanpa strategi yang tepat, potensi hanya akan menjadi daftar keunggulan yang berulang disebut, tetapi belum sepenuhnya memberi dampak nyata,” jelasnya.

Yang dibutuhkan saat ini, menurutnya, adalah keberanian untuk keluar dari pola lama menuju ekonomi daerah berbasis nilai tambah, inovasi, dan daya saing.

Dunia Usaha sebagai Mitra Strategis Pembangunan

Dalam konteks tersebut, dunia usaha memiliki peran penting sebagai mitra pembangunan. Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri. Dunia usaha bukan sekadar objek regulasi, melainkan bagian dari solusi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Bulukumba membutuhkan iklim usaha yang sehat dan kepastian regulasi, serta kemudahan bagi pelaku UMKM untuk naik kelas.

Selanjutnya, ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda lalu ekosistem ekonomi lokal yang mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja, dan kolaborasi yang kuat akan membuat ekonomi daerah tumbuh dari dalam, bukan bergantung semata pada faktor eksternal.

Saatnya Melompat Lebih Jauh

Syafrudin juga menjelaskan bahwa usia 66 tahun adalah usia kematangan. Sudah saatnya Bulukumba tidak hanya berjalan, tetapi melompat lebih jauh. Melompat dalam cara berpikir, tata kelola, dan keberanian mengambil keputusan strategis untuk masa depan ekonomi daerah.

“Pembangunan tidak cukup diukur dari infrastruktur fisik semata. Yang lebih penting adalah membangun sistem ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan memberi ruang bagi pelaku usaha lokal serta generasi muda agar menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” ucapnya.

Peringatan HUT ke-66 Kabupaten Bulukumba harus menjadi pengingat bahwa mencintai daerah tidak cukup dengan kebanggaan simbolik. Cinta pada Bulukumba harus diwujudkan melalui kerja nyata, arah pembangunan yang jelas, dan komitmen bersama membangun ekonomi daerah yang berdaya saing.

Dengan pengelolaan potensi yang tepat, kolaborasi yang kuat, dan keterlibatan dunia usaha secara serius, Bulukumba bukan hanya bisa maju, tetapi berpeluang menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah di Sulawesi Selatan. (*)