Dekranasda Gowa Perkenalkan Kerajinan Unggulan di INACRAFT 2026

Thursday, 05 February 2026 | 11:56 Wita - Editor: A Nita Purnama -

GOWA, GOSULSEL.COM — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Gowa ikut ambil bagian dalam ajang The 26th Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 yang digelar pada 4–8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Pada pameran kerajinan berskala internasional ini, Dekranasda Gowa memperkenalkan beragam produk kriya dan wastra khas daerah kepada pengunjung dari berbagai wilayah.

Ketua Dekranasda Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah, mengatakan keikutsertaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas pengenalan kerajinan lokal Gowa, khususnya produk anyaman yang diolah menjadi tas, rajutan, dan berbagai hasil karya pelaku UMKM setempat.

Menurutnya, INACRAFT merupakan salah satu pameran kerajinan tangan terbesar di Asia Tenggara yang menjadi etalase strategis bagi produk unggulan daerah.

PT-Vale

“Di kegiatan ini kami juga mengenalkan beberapa produk kerajinan sarung, baju bodo, serta kerajinan anyam lainnya. Karena kita punya pengrajin sarung yang tidak dimiliki kabupaten lain. Ini yang kami tampilkan karena Gowa memiliki kualitas, daya saing, serta kesiapan pasar dari setiap produk yang kami dibawa,” ujarnya.

Ia mengaku bangga dan bersyukur karena Kabupaten Gowa mendapat kesempatan tampil di INACRAFT 2026, mengingat tidak semua daerah di Sulawesi Selatan bisa berpartisipasi dalam ajang bergengsi tersebut.

“Alhamdulillah, Kabupaten Gowa bisa ikuti kegiatan INACRAFT tahun ini, karena tidak semua kabupaten dan kota di Sulsel bisa turut andil dalam memamerkan hasil karya atau kerajinan daerahnya masing-masing di sini,” ungkap Andi Tenri Indah.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keikutsertaan Dekranasda Gowa bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa potensi kerajinan daerah mampu bersaing, sekaligus menjadi sarana promosi bagi produk UMKM lokal.

“Kerajinan yang dimiliki Kabupaten Gowa banyak di sini yang tak ada di kabupaten lainnya miliki. Dari sini kita bisa melihat antusiasme ikut dalam pameran ini, kita bisa lihat perbandingan dari daerah lain dan kita bisa tampilkan inovasi yang ada di Gowa,” ujar istri Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin ini.

INACRAFT 2026 mengusung tema “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft” dan menjadi agenda tahunan pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara. Kegiatan ini diikuti oleh Dekranasda kabupaten/kota se-Indonesia serta pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dari berbagai daerah, dengan menampilkan produk seperti batik, tenun, perhiasan, hingga kerajinan khas lokal lainnya.

Pameran ini secara resmi dibuka oleh Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat, Selvi Gibran Rakabuming, yang menyebut ajang tersebut sebagai peluang untuk mendukung perempuan perajin dan wirausaha kreatif di Indonesia.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, turut menyampaikan apresiasi atas peran perempuan dalam industri kerajinan nasional. Ia menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan dalam pengembangan ekonomi kreatif serta memaparkan strategi penguatan sektor ekonomi kreatif di Indonesia.(*)