Lewat Musrenbang Tematik, Gowa Percepat Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem
GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Gowa menempatkan persoalan stunting dan kemiskinan ekstrem sebagai agenda prioritas. Komitmen itu ditegaskan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Kemiskinan dan Stunting yang digelar di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu (25/02/2026).
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menilai Musrenbang Tematik ini sangat penting sebagai langkah antisipasi sekaligus upaya konkret menangani dua persoalan tersebut. Ia menekankan perlunya perubahan pola pikir masyarakat agar tidak terjebak dalam kondisi kemiskinan.
“Persoalan anggaran dan sikap mental menjadi pemicu masih tingginya angka kemiskinan di Gowa yang mencapai 6,64 persen, turun 0,2 persen dari tahun sebelumnya. Meski demikian, angka ini masih menjadi perhatian serius,” ujar Talenrang.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 1.105 keluarga miskin ekstrem (KME) di Gowa. Kondisi tersebut berdampak luas, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga menurunnya empati sosial.
Sebagai langkah penanganan, Pemkab Gowa menyiapkan sejumlah program intervensi. Di antaranya program orang tua asuh, bantuan bibit itik dan bibit cabai bagi warga, hingga dukungan modal dan peralatan untuk pelaku UMKM agar mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gowa, Sujjadan, menjelaskan bahwa Musrenbang Tematik merupakan bagian dari tahapan perencanaan pembangunan tahunan daerah. Forum ini dirancang untuk memastikan isu stunting dan kemiskinan ekstrem menjadi perhatian bersama seluruh pemangku kebijakan di Kabupaten Gowa.
Kegiatan yang mengusung tema “Bebaskan Keluarga dari Kemiskinan, Selamatkan Generasi dari Stunting” ini menghadirkan dua narasumber, yakni Prof. Agus Salim, Guru Besar Universitas Hasanuddin, serta Sofyan Daud, Kepala Dinas PPKB Gowa.
Musrenbang tersebut juga dihadiri anggota DPRD Gowa Kamaruddin Samad, perwakilan Forkopimda Gowa, Kepala Kantor Kementerian Agama Gowa H. Jamaris Khalik, para pimpinan OPD, camat, kepala desa, dan lurah se-Kabupaten Gowa. (*)