Pemkab Gowa Percepat Distribusi Makanan Bergizi Gratis untuk Ibu dan Balita
GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten Gowa menggelar rapat koordinasi untuk mempercepat pendistribusian program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD atau yang dikenal dengan sasaran 3B. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, Jumat (27/02/2026).
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan komitmennya agar Kabupaten Gowa menjadi daerah percontohan pelaksanaan program MBG di Sulawesi Selatan. Program ini merupakan prioritas nasional yang dicanangkan Presiden RI.
“Program MBG ini adalah program prioritas nasional. Tidak akan sempurna tanpa kolaborasi seluruh pihak. Kita ingin sasarannya lebih tepat lagi, apalagi stunting juga menjadi program prioritas pusat,” ungkapnya.
Ia menilai kerja sama antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pemerintah daerah, khususnya Dinas PPKB, sangat penting. Apalagi Kabupaten Gowa memiliki Program Gassing Nganre yang sejalan dengan intervensi 3B, sehingga perlu disinergikan secara maksimal.
Saat ini, angka stunting di Kabupaten Gowa tercatat 17 persen, terendah di Sulawesi Selatan. Capaian tersebut diharapkan terus menurun melalui kolaborasi bersama SPPG.
“Capaian penurunan stunting di Kabupaten Gowa saat ini berada di angka 17 persen dan menjadi kabupaten yang terendah di Sulawesi Selatan. Capaian tersebut diharapkan dapat terus ditekan melalui kolaborasi bersama SPPG,” jelasnya.
Selain mempercepat distribusi, rapat ini juga bertujuan memastikan kualitas dan keamanan makanan sesuai standar gizi. Pemerintah daerah menekankan pentingnya pengawasan di lapangan, termasuk penguatan peran satuan tugas dan petugas distribusi agar program berjalan baik dan penerima manfaat merasa puas.
“Pentingnya pengawasan di lapangan, termasuk penguatan peran Satgas dan petugas distribusi agar kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga serta penerima manfaat merasa puas dengan program tersebut,” lanjutnya.
Bupati berharap melalui rapat koordinasi ini terbangun komitmen bersama antar perangkat daerah, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), pengelola MBG, dan mitra kerja lainnya untuk memperluas cakupan serta memastikan distribusi tepat sasaran dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan, Shodiqin, menekankan pentingnya intervensi gizi bagi kelompok 3B, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai langkah pencegahan stunting. Ia menyebut BKKBN memiliki data sasaran hingga tingkat desa melalui kader yang tersebar di seluruh wilayah.
Di Sulawesi Selatan terdapat 589 SPPG, dan 348 di antaranya atau sekitar 60 persen sudah menjangkau kelompok 3B. Khusus di Kabupaten Gowa, terdapat sekitar 60 SPPG dan 52 di antaranya telah menyalurkan intervensi kepada sekitar 16 ribu penerima manfaat.
“Khusus di Kabupaten Gowa terdapat sekitar 60 SPPG dan 52 telah menyasar 3B dengan total sasaran sekitar 16 ribu penerima manfaat. Semoga seluruh SPPG dapat segera menyalurkan 100 persen intervensi kepada sasaran 3B, dengan memperkuat koordinasi antara penyuluh KB, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan pengelola SPPG agar distribusi tepat sasaran dan tidak terjadi kehilangan kontrol di lapangan,” jelasnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas PPKB Kabupaten Gowa, Sofyan Daud, menyampaikan bahwa rapat ini menjadi momentum penguatan komitmen lintas sektor untuk mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan kualitas keluarga di Gowa.
Ia memaparkan, total sasaran MBG 3B di Kabupaten Gowa mencapai 46.808 orang, terdiri dari 3.998 ibu hamil, 3.655 ibu menyusui, dan 39.155 balita non-PAUD, dengan dukungan 1.770 kader TPK.
“Hingga Februari jumlah sasaran yang telah diintervensi sebanyak 16.379 orang atau 34,99 persen. Terdiri dari 1.321 ibu hamil, 2.142 ibu menyusui, dan 12.916 Balita Non PAUD. Dari 18 kecamatan, masih terdapat 5 kecamatan yang belum melaksanakan intervensi MBG 3B. Sementara dari 167 desa/kelurahan, baru 62 desa/kelurahan yang menjalankan program tersebut,” bebernya.
Program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi kelompok sasaran, sekaligus menjadi langkah strategis dalam menekan angka stunting di daerah. (*)