Sehari di Tompobulu, Bupati Gowa Tinjau Keluarga Miskin Ekstrem dan Gelar Safari Ramadan
GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa kembali melaksanakan Program One Day One District dengan turun langsung ke Kecamatan Tompobulu, Jumat (27/02/2026). Kegiatan ini diisi dengan kunjungan ke Keluarga Miskin Ekstrem (KME), penyerahan berbagai bantuan, hingga pelaksanaan Safari Ramadan.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengatakan kehadiran pemerintah di kecamatan merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan yang digelar di sejumlah wilayah.
“Di Tompobulu saya bersama Pak Sekda dan SKPD terkait, sementara di Biringbulu dilaksanakan oleh Pak Wabup bersama jajaran. Hari ini kita benar-benar sehari penuh berada di kecamatan, melihat langsung kondisi masyarakat dan memastikan program pemerintah dirasakan langsung,” ungkapnya.
Dalam agenda tersebut, Bupati mengunjungi Desa Datara untuk meninjau langsung pelaksanaan Program Gowa Sejahtera. Program ini menyasar warga KME melalui bantuan usaha dan penyediaan kios guna membantu meningkatkan penghasilan keluarga.
Selain itu, ia juga memaparkan capaian pembangunan infrastruktur di Tompobulu. Pada 2025, empat paket pekerjaan jalan telah diselesaikan. Sementara pada 2026, pemerintah merencanakan perbaikan jalan sepanjang 750 meter di Desa Rappoala dan 500 meter di Desa Tanete.
“Memang tahun ini ada keterbatasan anggaran karena efisiensi, namun kami akan terus berupaya agar perbaikan jalan tetap berjalan secara bertahap sesuai skala prioritas. Doakan agar bentangan jalan yang diperbaiki semakin bertambah,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak masyarakat mendukung program prioritas daerah bertajuk Gowa Bersama, yang meliputi Gowa Bersih (Annangkasi), Gowa Cerdas (Caradde), Gowa Sejahtera (Masunggu), Gowa Sehat (Salewangan), dan Gowa Aman (Masannang).
Program Gowa Sejahtera difokuskan untuk menekan angka kemiskinan ekstrem melalui pendampingan langsung oleh pimpinan SKPD, kepala bagian, dan camat sebagai orang tua asuh. Sementara Gowa Bersih mendorong budaya hidup bersih, termasuk inovasi infak sampah dengan mengumpulkan botol plastik untuk disetorkan ke bank sampah.
“Yang mewujudkan daerah bersih adalah masyarakat itu sendiri. Kami harap setiap rumah juga mulai membiasakan infak sampah, mari kita terus bergotong royong dalam membangun daerah,” katanya.
Ia berharap, melalui Program One Day One District, masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah dan manfaat nyata dari setiap program pembangunan.
“Saya ingin melangkah bersama seluruh masyarakat, dengan hati yang saling memahami dan saling menguatkan. Jika masih ada yang perlu kita tingkatkan, mari kita upayakan bersama. Niat kami tidak lain menghadirkan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.
Camat Tompobulu, Akbar Tola, turut menyatakan dukungannya terhadap program Gowa Bersama di wilayahnya.
“Kami terus bergerak bersama masyarakat agar Tompobulu bebas dari sampah dan semakin maju. Kami bangga dengan program-program yang menyentuh langsung masyarakat, termasuk pengaspalan di berbagai titik yang membantu akselerasi aktivitas masyrakat,” katanya.
Salah satu penerima manfaat Program Gowa Sejahtera, Maria, mengaku bersyukur atas bantuan usaha yang diterimanya, berupa peralatan masak, etalase jualan, dan atap seng untuk berjualan.
“Alhamdulillah, sekarang saya bisa menjual kue tradisional setiap hari dan membantu meningkatkan pendapatan keluarga,” tutupnya.
Selain bantuan usaha, Pemkab Gowa juga menyerahkan bantuan sembako, perlengkapan sekolah, serta dana untuk masjid yang disalurkan bekerja sama dengan Baznas.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama masyarakat di Kelurahan Malakaji yang diramaikan pasar Ramadan oleh pelaku UMKM lokal. Kunjungan tersebut diakhiri dengan salat tarawih bersama di Masjid Darussalam Bontobiraeng, Desa Garing, yang diikuti Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Andy Azis Peter, dan jajaran pimpinan SKPD. (*)