Bupati Gowa Dorong Pemuda Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
GOWA, GOSULSEL.COM — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengajak generasi muda mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri dialog kepemudaan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Sabtu (07/03/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Merajut Silaturrahmi, Memperkuat Sinergi: Kolaborasi Pemuda dan Pemerintah dalam Membangun Daerah Kabupaten Gowa” itu menjadi ruang diskusi antara pemerintah daerah dan para pemuda untuk bertukar gagasan terkait masa depan pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Husniah menegaskan bahwa sejarah membuktikan kemajuan sebuah bangsa tidak pernah terlepas dari kontribusi generasi muda.
“Kenapa peran pemuda penting dalam pembangunan? Karena sejarah membuktikan kemajuan bangsa tidak pernah lepas dari kontribusi generasi mudanya,” ujarnya di hadapan para peserta dialog.
Ia mencontohkan sejarah Kabupaten Gowa yang melahirkan tokoh pahlawan nasional, Sultan Hasanuddin, yang dikenal dengan julukan “Ayam Jantan dari Timur”. Menurutnya, semangat keberanian dan kehormatan tokoh tersebut harus menjadi inspirasi bagi generasi muda masa kini.
“Sejarah mencatat bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak pernah terlepas dari peran pemudanya. Dari bumi Gowa lahir Sultan Hasanuddin, simbol keberanian dan kehormatan yang menjadi inspirasi bagi generasi hari ini,” tuturnya.
Namun Husniah menekankan bahwa bentuk perjuangan generasi muda saat ini berbeda dengan masa lalu. Jika dahulu para pahlawan berjuang dengan mengangkat senjata, maka pemuda masa kini dituntut berkontribusi melalui gagasan, inovasi, dan penguasaan ilmu pengetahuan.
“Tantangan kalian hari ini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan mengangkat derajat bangsa melalui inovasi, kreativitas, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan literasi digital. Kita berada di era disrupsi, di mana yang bertahan bukan yang paling kuat, tetapi yang paling cepat beradaptasi,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia saat ini berada pada momentum bonus demografi yang memberikan peluang besar bagi generasi muda untuk berkontribusi lebih besar dalam pembangunan. Karena itu, pemuda diharapkan mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan meningkatkan kapasitas diri dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah.
Selain mendorong inovasi, Husniah juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya lokal seperti sipakatau, sipakalabbiri’, dan sipakainga’ sebagai fondasi moral dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai tersebut dinilai penting untuk memperkuat etika sosial sekaligus menjaga persatuan di tengah dinamika zaman.
Sementara itu, salah satu perwakilan pemuda yang hadir menyambut positif ruang dialog yang dibuka oleh pemerintah daerah. Ia menilai keterlibatan pemuda dalam diskusi pembangunan menjadi bentuk kepercayaan sekaligus peluang untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah.
“Kami sangat senang karena Bupati Gowa meminta pemikiran dari para pemuda. Ini bentuk kepercayaan yang harus kita kawal bersama demi kemajuan Kabupaten Gowa,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gowa berharap sinergi antara pemerintah dan generasi muda semakin kuat sehingga mampu melahirkan gagasan serta inovasi yang mendorong pembangunan daerah yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing. (*)