Klinik Hj Munjianah Layani Warga Menengah ke Bawah, Jadi Rujukan Kesehatan Ibu dan Anak

Saturday, 21 March 2026 | 01:20 Wita - Editor: Agung Eka -

SURABAYA, GOSULSEL.COM – Di tengah kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang mudah dijangkau, keberadaan fasilitas kesehatan yang dekat, jelas pelayanannya, dan tidak memberatkan menjadi perhatian banyak keluarga.

Di kawasan Jalan Manukan Lorong II No. 50, Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Surabaya, Jawa Timur, Klinik Ibu dan Anak Bidan Hj Munjianah menjadi salah satu tempat yang dikenal warga karena fokusnya pada layanan ibu dan anak yang dekat dengan kebutuhan masyarakat sekitar.

Bagi sebagian warga, mencari klinik murah Surabaya bukan semata soal harga paling rendah, melainkan soal tempat berobat yang tetap memberikan pelayanan dasar dengan baik, bisa diakses, dan tidak membuat pasien bingung dalam prosesnya.

PT-Vale

Dalam konteks itu, Klinik Bidan Hj Munjianah hadir dengan layanan yang mencakup pemeriksaan kehamilan, persalinan, layanan nifas, KB, imunisasi, hingga terapi dan pijat bayi.

Pemilik klinik, Bidan Hj Munjianah, S.Keb., Bd.mengatakan bahwa mayoritas pasien yang datang berasal dari kalangan menengah ke bawah. Karena itu, kebutuhan pasien tidak hanya dipahami dari sisi medis, tetapi juga dari sisi kemampuan akses terhadap layanan kesehatan.

“Mayoritas menengah ke bawah,” ujar Bidan Hj. Munjianah saat menjelaskan profil pasien yang selama ini datang ke kliniknya, Kamis (12/3/2026).

Hal yang membuat klinik ini cukup relevan bagi warga adalah penerimaan BPJS sebagai bagian dari akses layanan. Bagi masyarakat yang belum memiliki BPJS, pihak klinik juga tidak langsung menutup ruang pelayanan, tetapi memberi arahan agar kepesertaan segera diurus. Menurut Hj Munjianah, langkah itu penting agar masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan yang layak.

“Untuk langkah awal, kami sarankan agar BPJS itu tetap diurus,” kata dia. “Sekarang layanan untuk masyarakat itu enak sekali karena dibantu dengan adanya BPJS, khususnya untuk orang-orang yang memang kurang mampu.”

Pendekatan seperti ini membuat klinik tidak hanya dipandang sebagai tempat berobat, tetapi juga sebagai fasilitas kesehatan yang memahami situasi pasien. Di tengah meningkatnya kebutuhan warga terhadap layanan kesehatan dasar, keberadaan klinik yang ramah bagi keluarga muda, ibu hamil, dan pasien dengan keterbatasan ekonomi tetap menjadi hal penting.

Bagi warga Surabaya Barat, terutama di kawasan Manukan dan Tandes, kehadiran layanan seperti ini memberi arti tersendiri. Sebab saat orang mencari klinik murah Surabaya, yang sering dibutuhkan sebenarnya adalah tempat yang manusiawi, dekat, dan tetap menjaga kualitas pelayanan. Klinik Bidan Hj Munjianah menjadi contoh bagaimana layanan kesehatan ibu dan anak dapat tumbuh dari kedekatan dengan masyarakat, bukan sekadar dari besar kecilnya fasilitas. (*)