SPJM Pasang PEL dan Alat Sensor di Jembatan Mahakam Samarinda
MAKASSAR, GOSULSEL.COM – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) kembali menunjukkan keseriusan dan kepeduliannya dalam meningkatkan keselamatan dan keamanan layanan operasional di wilayah perairan sungai Mahakam. Kali ini SPJM memasang dua alat yaitu Port Entry Light (PEL) dan pemasangan alat sensor monitoring kondisi perairan di sekitar Jembatan Mahakam.
PEL telah mulai dipasang pada bulan September 2024, alat ini berupa lampu sistem suar navigasi berintensitas tinggi yang digunakan untuk memandu kapal masuk ke pelabuhan atau alur pelayaran dalam hal ini kolong jembatan, menandai jalur aman, atau menyoroti bahaya, terutama di malam hari atau pada jarak pandang yang terbatas. Sehingga dengan adanya alat ini diharapkan dapat mencegah dan meminimalisir insiden, menunjukkan jalur pelayaran, menentukan posisi dan arah, dan identifikasi sisi alur.
“Kami telah melakukan beberapa riset dan Port Entry Lights (PEL) memang sudah sangat banyak digunakan di pelabuhan-pelabuhan internasional yang sibuk, memiliki alur pelayaran sempit, atau memiliki lalu lintas padat. Lampu ini menjadi standar keamanan krusial untuk memandu kapal memasuki pelabuhan dengan aman, baik siang maupun malam. Karakteristik pelayanan pemanduan kolong jembatan di Perairan Sungai Mahakam memang cukup menantang, sehingga kami berinisiatif memasang PEL sebagai salah satu upaya mempermudah nahkoda kapal dan perwira pandu mengenai posisi mereka di jalur yang benar sehingga dalam melintas dengan aman,” terang Edward DN Napitupulu, Direktur Operasi dan Teknik SPJM.
SPJM juga telah memasang alat sensor monitoring perairan sekitar jembatan Mahakam dan Mahulu pada bulan Januari 2026, alat ini berfungsi memberikan informasi kondisi kecepatan arus sungai dan jarak antara permukaan air ke struktur Jembatan Mahakam (cleraence Jembatan) dan terhubung dengan monitor display yang terpasang di railing Jembatan Mahakam.
Selain itu di Stasiun pandu dekat jembatan Mahulu telah dipasang sensor ketinggian muatan berupa laser range finder. Seluruh sensor tersebut dapat dipantau melalui dashboard monitoring sensor Jembatan (Web Based) yang dapat meberikan informasi aktual (setiap 1 Menit) terkait kecepatan arus sekitar Jembatan Mahakam, clearence Jembatan (Jarak Konstruksi Jembatan ke Permukaan Air Sungai) serta memberikan Notifikasi “alert”jika terdapat muatan kapal melebihi batas yang ditentukan oleh regulasi.
Edward menerangkan, sensor ini akan sangat membantu dalam memberikan informasi bagi perwira pandu dan nahkoda saat melakukan pemanduan kapal dengan akurat, aman, dan efisien, terutama saat proses olah gerak.
“Dengan adanya alat sensor dan monitoring ini juga akan memberikan kesadaran situasional (situational awareness) yang tinggi bagi nahkoda kapal dan perwira pandu, memastikan navigasi pelayaran di perairan terbatas yaitu ruang bawah jembatan Mahakam, sehingga dapat dilaksanakan dengan selamat, tertib, dan lancar,” jelasnya.
Keselamatan berlayar adalah tujuan utama dan akhir, sehingga SPJM terus berkomitmen melakukan improvement/perbaikan berkelanjutan. (*)