Wujud Keseteraan Gender di PT Vale, Pekerja Perempuan Kian Meningkat

Thursday, 23 April 2026 | 22:57 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Industri tambang tidak melulu diisi oleh laki-laki. Meski dikenal sebagai salah satu industri yang punya intensitas kerja yang tinggi, nyatanya perempuan juga bisa melakukan hal serupa.

Hal tersebut dapat dijumpai di PT Vale Indonesia Tbk, salah satu industri tambang nikel terbesar di Indonesia yang mencakup wilayah operasional di Sorowako, Luwu Timur; Bahodopi, Morowali; dan Pomlaa, Kabupaten Kolaka.

Di momentum hari Kartini, PT Vale menegaskan komitmennya terhadap kesetaraan gender. Perempuan didorong untuk berani mengambil peran strategis dan menjadi bagian penting dalam mendorong keberlanjutan industri.

PT-Vale

Saat ini, PT Vale mencatatkan jumlah pekerja perempuan mencapai 363 orang atau sekitar 12,37 persen dari total 2.934 karyawan hingga Maret 2026.

Angka itu terus meningkat selama lima tahun terakhir. Pada 2021, proporsinya masih 8,6 persen, lalu naik menjadi 8,7 persen di 2022, 10,21 persen pada 2023, 11,58 persen di 2024, dan 12,09 persen pada 2025.

Pekerja perempuan PT Vale telah tersebar di berbagai wilayah operasional. Adapun IGP Pomalaa, keterwakilan perempuan mencapai 26,53 persen, IGP Morowali sebesar 22,77 persen, dan Sorowako berada di angka 10,14 persen.

Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia Tbk, Vanda Kusumaningrum, mengatakan perempuan juga punya peran besar dalam mendorong kemajuan perusahaan. Beberapa sudah mengisi jabatan strategis, sisanya berada di level staf dan non-staf.

Ia memaparkan saat ini, terdapat 108 perempuan di level senior staf atau manajer, 18 orang di posisi general manager atau spesialis, hingga lima perempuan yang telah menembus jajaran manajemen.

Bukan cuma itu, pekerja perempuan juga tersebar di bagian administrasi dan lapangan. Khusus lapangan, mereka ambil bagian langsung dalam operasional, seperti mengoperasikan alat berat seperti dump truck dan bekerja dalam sistem shift, termasuk pada malam hari.

“PT Vale berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, setara, dan memberikan peluang yang sama bagi perempuan untuk berkarya dari level operator hingga top manajemen, sekaligus mendorong kesetaraan di komunitas lingkar tambang,” ungkap Vanda.

Komitmen terhadap kesetaraan gender menjadi salah satu pilar penting perusahaan. PT Vale mengintegrasikan prinsip Diversity, Equity & Inclusion (DEI) dalam berbagai kebijakan strategis, mulai dari rekrutmen hingga pengembangan karier. Perusahaan menerapkan seleksi berbasis kompetensi tanpa bias gender, sekaligus menetapkan target peningkatan jumlah perempuan di seluruh level organisasi.

Untuk memperkuat hal tersebut, PT Vale juga membangun jalur pengembangan talenta perempuan melalui kerja sama dengan institusi pendidikan dan program vokasi, khususnya bagi perempuan lokal. Sementara di internal perusahaan, berbagai program seperti pelatihan kepemimpinan, mentoring, coaching, hingga keterlibatan dalam proyek strategis disiapkan untuk mempercepat akselerasi karier pekerja perempuan.

Lingkungan kerja inklusif juga diperkuat melalui kebijakan konkret. Perusahaan menerapkan prinsip zero tolerance terhadap diskriminasi dan pelecehan, dilengkapi dengan kanal pelaporan yang aman. Selain itu, tersedia fasilitas ramah perempuan seperti ruang laktasi, alat pelindung diri yang disesuaikan, serta fasilitas sanitasi yang memadai di seluruh area kerja.

Dari sisi kebijakan ketenagakerjaan, PT Vale memberikan cuti melahirkan selama empat bulan, cuti haid tanpa syarat pemeriksaan medis, cuti ayah, serta opsi kerja fleksibel untuk mendukung keseimbangan peran pekerja.

PT Vale juga menghadirkan komunitas Vale Women Network yang menjadi wadah bagi pekerja perempuan untuk saling terhubung, berkembang, dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif.

Untuk itu, Vanda mengajak perempuan Indonesia yang ingin berkarier di sektor tambang. Industri ini terbuka bagi siapa saja yang memiliki kompetensi, semangat belajar, dan keberanian untuk berkembang.

“Perempuan diharapkan hadir sebagai pemimpin, inovator, dan agen perubahan yang membawa perspektif baru bagi masa depan industri pertambangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya. (*)