Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, hadir secara langsung menyalurkan bantuan makanan bergizi kepada keluarga berisiko stunting, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, yang digelar di Kecamatan Pallangga, Rabu (03/06/2026)/FOTO: Instagram @pemkab.gowa

Pemkab Gowa Percepat Penanganan Stunting, Darmawangsyah Turun Langsung Salurkan Bantuan

Wednesday, 03 June 2026 | 20:18 Wita - Editor: A Nita Purnama -

BACA JUGA

GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten Gowa terus memperkuat berbagai program percepatan penurunan stunting meski telah menerima penghargaan nasional atas keberhasilannya menekan angka kemiskinan dan stunting.

Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan menjadi alasan untuk berpuas diri. Sebaliknya, capaian itu menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk bekerja lebih maksimal dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.

Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gowa, Darmawangsyah kembali turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan makanan bergizi kepada keluarga berisiko stunting, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Kecamatan Bajeng, kegiatan serupa kembali digelar di Kecamatan Pallangga, Rabu (03/06/2026).

PT-Vale

Penyaluran bantuan yang berlangsung di Kantor Desa Bontoala tersebut melibatkan penerima manfaat dari Desa Bontoala, Desa Jenetallasa, dan Desa Taeng. Sebanyak 200 paket makanan bergizi disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kehadiran Darmawangsyah yang didampingi Ketua TP PKK Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah, mendapat sambutan hangat dari warga. Ratusan masyarakat bahkan telah memadati lokasi kegiatan sejak pagi hari untuk mengikuti penyaluran bantuan tersebut.

Di hadapan warga, Darmawangsyah mengaku terharu melihat tingginya antusiasme masyarakat. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Gowa.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam penanganan stunting, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, penyuluh keluarga berencana (KB), Tim Pendamping Keluarga, hingga berbagai unsur lainnya.

“Saya menerima laporan sebelumnya ada tujuh anak yang mengalami stunting di wilayah ini. Alhamdulillah, sekarang tersisa dua kasus. Ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, hasilnya bisa terlihat dengan cepat. Kita harus terus menjaga dan memperkuat kolaborasi ini agar kasus yang tersisa juga bisa segera ditangani,” ujar Darmawangsyah.

Ia menjelaskan, tiga desa tersebut dipilih berdasarkan hasil pemetaan wilayah yang memiliki risiko stunting sehingga bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memastikan intervensi gizi diterima oleh keluarga yang paling membutuhkan.

Menurutnya, bantuan makanan bergizi yang diberikan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak guna mencegah terjadinya stunting.

“Kami ingin memastikan bantuan benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan. Karena itu kami meminta seluruh perangkat desa, aparat kecamatan, tenaga pendamping, dan penyuluh untuk terus memperbarui data sehingga program yang dijalankan tepat sasaran,” katanya.

Selain menyalurkan bantuan, Darmawangsyah juga mengedukasi masyarakat mengenai stunting, termasuk penyebab, dampak jangka panjang, serta langkah-langkah pencegahannya. Menurutnya, peningkatan pemahaman masyarakat sangat penting agar upaya penurunan stunting dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Gowa saat ini juga tengah menyiapkan program lanjutan yang akan menjangkau lebih banyak keluarga berisiko stunting di berbagai wilayah. Program tersebut direncanakan berupa bantuan nutrisi secara berkala, seperti telur, susu, dan vitamin.

“Kalau seluruh elemen bergerak bersama, saya optimistis angka stunting di Gowa yang saat ini berada di kisaran 17 persen bisa kita tekan hingga 10 persen. Ini bukan pekerjaan pemerintah saja, tetapi gerakan bersama yang membutuhkan dukungan semua pihak,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Darmawangsyah juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan agar mengutamakan prinsip keadilan sehingga bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Kita harus mendahulukan warga yang memang membutuhkan. Jangan sampai bantuan yang diperuntukkan bagi keluarga berisiko justru diterima oleh mereka yang sebenarnya sudah mampu. Fokus kita adalah memastikan kebutuhan gizi masyarakat rentan dapat terpenuhi,” pesannya.

Sementara itu, Camat Pallangga, Muhammad Basir, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam menangani stunting di wilayahnya.

Menurutnya, kehadiran langsung Wakil Bupati Gowa dan Ketua TP PKK Gowa menjadi bukti bahwa penanganan stunting tidak hanya dilakukan melalui kebijakan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Sejak pagi masyarakat sudah datang karena ingin bertemu langsung dengan Pak Wakil Bupati. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang sangat besar. Kami berharap bantuan dan perhatian yang diberikan hari ini dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima sekaligus memperkuat upaya penurunan stunting di Kecamatan Pallangga,” ungkapnya.

Melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Gowa berharap upaya percepatan penurunan stunting dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup keluarga dan generasi masa depan yang lebih sehat. (*)