Kolaborasi Jadi Kunci Wujudkan Pemulihan Berkeadilan dan Transparan di Towuti

Sunday, 31 August 2025 | 22:14 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

LUWU TIMUR, GOSULSEL.COM – Bupati Luwu Timur (Lutim), Irwan Bachri Syam telah menetapkan periode tanggap darurat pasca kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, mulai 23 Agustus hingga 5 September 2025. Dalam periode ini, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, masyarakat, dan para pakar independen aktif bergerak untuk menjamin penanganan yang transparan, inklusif, dan berkeadilan.

Sejak hari pertama, desa terdampak seperti Lioka, Langkea Raya, Baruga, Timampu, Matompi, dan Wawondula menjadi fokus utama. Pemulihan dipimpin langsung oleh Pemkab Luwu Timur, sementara PT Vale menjalankan peran sebagai mitra yang bertanggung jawab. Tim ahli independen dari universitas ternama juga dilibatkan untuk melakukan asesmen sosial, ekonomi, dan ekologis.

Camat Towuti, Amri Mustari, menegaskan pentingnya kerja bersama. “Ini bukan kerja sepihak, kami dari pemerintah berkolaborasi dengan baik, termasuk masyarakat yang kita libatkan agar kejadian ini bisa segera kita atasi,” kata dia.

PT-Vale

Hingga hari kedelapan, PT Vale telah menerima 112 aduan resmi, hampir 90 persen di antaranya disampaikan langsung saat tim turun ke lapangan. Untuk memastikan akses informasi, PT Vale membuka Posko Pengaduan & Informasi di Kantor Camat Towuti dan menyediakan Hotline 24 jam.

Peran aktif masyarakat sangat penting. Tokoh desa turut mencatat keluhan dan kebutuhan warga, yang kemudian diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh PT Vale. Mekanisme ini menjamin setiap suara warga didengar dan setiap aduan menjadi dasar perbaikan.

Head of External Relations PT Vale, Endra Kusuma, menegaskan bahwa pemulihan adalah perjalanan bersama. “Bapak Bupati telah menetapkan masa tanggap darurat sampai 5 September. Kami optimis dengan keterlibatan aktif masyarakat, dukungan pemerintah, dan masukan dari para ahli, pemulihan akan terus berlanjut dengan prinsip berkeadilan dan transparansi,” tutur dia.

Tim ahli akan melanjutkan wawancara lapangan di wilayah hilir sebelum menyusun rekomendasi resmi pada awal minggu depan. Hasil asesmen ini akan menjadi dasar langkah pemulihan jangka panjang yang kuat bagi lingkungan dan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Towuti. (*)