#TRENDING
Muhammad Sabir (34), salah satu petani di Desa Matuju, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone/FOTO: AGUNG - GOSULSEL
Muhammad Sabir (34), salah satu petani di Desa Matuju, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone/FOTO: AGUNG - GOSULSEL

Telkomsel Sejahterakan Petani di Bone, Pertemukan Pembeli dari Luar Sulsel

Wednesday, 27 August 2025 | 20:54 Wita - Editor: Agung Eka -

WATAMPONE, GOSULSEL.COM – Sektor pertanian menjadi salah satu lapangan usaha yang menjanjikan di Indonesia. Buktinya, Otoritas Jasa Keuangan mencatat sektor ini berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan share sebesar 16,56 persen.

Kondisi itu juga mencerminkan bahwa petani di Sulsel sudah mulai sejahtera. Hal tersebut yang dirasakan Muhammad Sabir (34), salah satu petani di Desa Matuju, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone.

Sabir mengelola sawah milik orang tuanya seluas satu hektare yang terdiri dari dua petak. Satu petak ditanami padi sedangkan sisanya untuk komoditas pangan berupa jagung dan ubi ungu.

PT-Vale

Untuk padi, dia bisa meraup pendapatan kurang lebih Rp80 juta untuk dua kali panen dalam setahun. Sementara jagung dan ubi ungu berkisar Rp14 juta dalam sekali panen.

Bagi Sabir, pendapatan itu sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan orang tuanya. Bahkan, dia bisa membeli barang idamannya jika dia mau.

“Tapi lebih baik di tabung untuk keperluan mendesak,” ujarnya.

Sabir mengaku pendapatan tahun lalu tidak begitu besar seperti sekarang. Sebab dulunya, dia hanya bisa menjual komoditas pangan tersebut di wilayah terdekat, semisal Kabupaten Wajo yang bertetangga langsung dengan Bone.

“Intinya dari mereka tahu kalau saya menjual itu dapat kabar dari orang ke orang dulu. Padi saya hanya di sini (rumah) saya simpan, sambil tunggu pembeli,” jelas Sabir.

Sekarang, Sabir sudah mulai memanfaatkan internet untuk mempromosikan pangannya. Dengan mengandalkan jaringan 4G Telkomsel, dia telah bertemu dengan puluhan pembeli di media sosial.

“Kalau chat pembeli itu cepat. Upload foto-foto gabah sama ubi ini juga tidak lalod (lambat loading) di Facebook,” katanya.

Keandalan jaringan dari Telkomsel juga membawanya menemui pembeli dari luar Sulawesi Selatan, tepatnya di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Pencapaian yang tidak pernah disangka oleh Sabir sebelumnya.

“Karena saya sudah sering buka Facebook sejak internet makin cepat. Jadi mungkin saya lebih dulu itu hari dapat pembelinya,” tambah Sabir.

Hal itu juga menandai penjualan komoditas pangannya ke luar Sulawesi Selatan. Permintaannya sekarang bagaikan keran air yang terus mengalir setelah mendapatkan pembeli dari Kota Kendari.

Dia pun bersyukur atas apa yang diperolehnya saat ini. “Tidak sia-sia belajar main Facebook sama teman,” katanya sembari tersenyum.

Sabir sebenarnya sudah lama mengandalkan Telkomsel lewat produk Kartu AS. Dari dulu, menurut dia, hanya Telkomsel yang punya jaringan yang kuat. “Saat ini masih Telkomsel yang kuat sinyalnya. Biar saya ke desa lain itu tetap kencang,” ungkap Sabir.

Dari pengalaman Sabir, Telkomsel telah membuktikan perannya sebagai pemimpin industri telekomunikasi nasional dengan menghadirkan jaringan yang andal terkhusus 4G yang menyatukan Indonesia.

Komitmen tersebut tidak hanya sebatas layanan komunikasi, melainkan juga membuka jalan percepatan transformasi digital, peningkatan daya saing, serta pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif.

“Melalui Nyalakan Semangat Indonesia, kami berkomitmen menjadi digital enabler yang mewujudkan masyarakat Indonesia berdaya saing tinggi demi masa depan gemilang,” ujar Direktur Utama Telkomsel, Nugroho dalam keterangan resminya beberapa waktu yang lalu.

Memasuki usia 30 tahun, Telkomsel konsisten menghubungkan masyarakat melalui jaringan lebih dari 280.000 Base Trasnceiver Station (BTS) yang menjangkau 97 persen populasi termasuk di Sulsel. Jumlah ini akan terus bertambah seiring upaya penambahan BTS yang dilakukan khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

General Manager Region Network Operations and Productivity Telkomsel Sulawesi juga menyatakan, perluasan jaringan di Sulawesi Selatan terus dilakukan lewat kolaborasi pemerintah dan masyarakat.

“Telkomsel terus menjalin koordinasi intensif dengan masyarakat, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memastikan ketersediaan dan kualitas jaringan terbaik di wilayah 3T,” tandasnya. (*)


Tags:
logo-gosulsel

© 2017 PT Gowa Media Utama, Semua hak dilindungi.