#TRENDING

Bantuan Beras untuk 73.780 Warga Gowa Mulai Disalurkan, Bupati Talenrang Minta Tepat Sasaran

Friday, 21 August 2026 | 19:17 Wita - Editor: A Nita Purnama -

BACA JUGA

GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten Gowa bersama Perum Bulog Cabang Makassar mulai menyalurkan Bantuan Pangan dari Pemerintah Pusat untuk periode Juli-September 2026.

Peluncuran penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Desa Jenetallasa, Kecamatan Pallangga, Kamis (20/08/2026). Program ini menyasar masyarakat yang terdaftar sebagai Penerima Bantuan Pangan (PBP) di seluruh wilayah Kabupaten Gowa.

Setiap penerima akan memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan selama tiga bulan. Dengan demikian, total bantuan yang diterima setiap PBP mencapai 30 kilogram beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September.

PT-Vale

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengatakan bantuan pangan menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Masalah pangan merupakan isu mendasar bagi masyarakat karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup, kesehatan dan juga stabilitas sosial. Karena itu, pemerintah terus menghadirkan berbagai program strategis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” sebutnya.

Menurutnya, penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia untuk menjaga stabilitas pangan nasional. Di sisi lain, program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan sosial dan membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat.

Untuk Kabupaten Gowa, bantuan akan disalurkan di 18 kecamatan dengan total 73.780 penerima. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan alokasi Februari-Maret 2026 yang tercatat sebanyak 70.944 penerima.

Artinya, terdapat penambahan sekitar 2.836 penerima atau meningkat sekitar 3,99 persen dibandingkan periode sebelumnya.

“Bantuan ini tentu akan meringankan beban masyarakat. Pemerintah Kabupaten Gowa akan terus mengawal pelaksanaannya agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Bupati Talenrang juga memberikan apresiasi kepada Desa Jenetallasa yang dipilih sebagai lokasi peluncuran penyaluran bantuan. Desa tersebut sekaligus memperoleh penghargaan dari Bulog karena dinilai memberikan pelayanan terbaik dalam proses penyaluran bantuan pangan.

“Desa Jenetallassa, Pallangga mendapatkan pelayanan terbaik karena tidak ada temuan. Kita berharap seluruh wilayah di Kabupaten Gowa juga tidak ada temuan, dalam artian penerima bantuan betul-betul tepat sasaran. Pesan saya kepada penerima manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya dan jangan diperjualbelikan,” tegasnya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang Perum Bulog Makassar, Faris Sudirman, menjelaskan jumlah penerima bantuan pangan di Gowa mengalami peningkatan pada periode Juli-September.

“Untuk Kabupaten Gowa, alokasi Februari-Maret sekitar 70 ribu lebih. Untuk alokasi Juli-September menjadi 73.780 penerima. Ada peningkatan sekitar 3.000 penerima. Namun untuk alokasi kali ini minyak goreng ditiadakan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, bantuan pangan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat sekaligus memberikan stimulus ekonomi melalui pemenuhan kebutuhan pangan.

“Ini bukti kehadiran pemerintah dalam memberikan stimulus ekonomi dalam bentuk pangan kepada masyarakat yang dialokasikan sekaligus selama tiga bulan,” sebutnya.

Secara keseluruhan, bantuan untuk 73.780 PBP di Gowa mencapai 2.213.400 kilogram beras.

Khusus Kecamatan Pallangga, terdapat 9.053 PBP yang menerima bantuan dengan total beras sebanyak 271.590 kilogram.

Bulog menargetkan seluruh proses penyaluran bantuan tersebut rampung paling lambat 30 September 2026.

“Proses penyaluran ditargetkan selesai paling lambat 30 September 2026. Kami bersama tim akan berkomitmen menyelesaikan penyaluran ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Kami berharap bantuan dapat diterima masyarakat tepat waktu dan memberikan manfaat,” harapnya.

Salah seorang penerima bantuan, Dg Saming, menyampaikan rasa syukurnya setelah menerima bantuan beras tersebut.

Menurutnya, bantuan tersebut cukup berarti bagi keluarganya karena dapat membantu memenuhi kebutuhan beras sehari-hari.

“Alhamdulillah, saya bersyukur mendapatkan bantuan ini. Kebutuhan beras di keluarga kami bisa terbantu dan tercukupi,” jelasnya. (*)