70 Tahun Asuransi Astra, Perkuat Edukasi dan Layanan di Sulawesi Selatan
MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Asuransi Astra tahun ini telah memasuki usia 70 tahun. Berdiri sejak 12 September 1956, perusahaan dari Astra Group itu terus memperkuat edukasi dan layanan untuk memberikan ketenangan kepada konsumen khususnya di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Hal itu disampaikan Asuransi Astra ketika media gathering bersama jurnalis Makassar di The Foreign, Jalan Dr Sutomo, Jumat (4/9/2026).
Acara ini dihadiri Regional Manager Asuransi Astra Jawa Barat-Sulawesi Hendra Tan, Branch Manager Asuransi Astra Makassar Anselmo Sebastian Rendika, dan Asisten Manager Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sulselbar Nadilah Avissa Nashar.
Branch Manager Asuransi Astra Makassar Anselmo Sebastian Rendika menyampaikan bahwa di momentum 70 tahun ini, pihaknya terus memberikan edukasi kepada konsumen perihal perlindungan asuransi secara optimal.
Edukasi tersebut mencakup tata cara klaim asuransi, manajemen risiko, hingga kemudahan layanan bagi masyarakat lewat berbagai inovasi dari Asuransi Astra.
“Semakin baik pemahaman sejak awal, semakin nyaman pelanggan menggunakan perlindungan yang dimiliki,” katanya.
Selain edukasi, lanjut Anselmo, Asuransi Astra berkomitmen untuk memberikan informasi yang jelas, layanan yang mudah diakses, dan melakukan perbaikan layanan secara berkelanjutan.
“Sedangkan pelanggan perlu memahami perlindungan yang dimiliki, menyampaikan informasi sesuai kondisi dan mengikuti ketentuan penggunaan produk,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Asuransi Astra juga memperkenalkan beragam fitur terbaru di aplikasi myGarda untuk pelanggan Garda Oto, produk asuransi kendaraannya, salah satunya Virtual Survey.
Fitur tersebut memungkinkan proses klaim maupun penutupan klaim dilakukan melalui video call tanpa konsumen harus datang ke service point.
Konsumen juga dapat melakukan proses secara digital tanpa dibatasi lokasi. “Kapan pun, di mana pun, seamless by digital,” ujar Anselmo.
Di Garda Medika, produk asuransi kesehatan Astra Asuransi, turut hadir inovasi berupa Express Discharge, yaitu layanan digital yang memungkinkan peserta rawat jalan langsung pulang tanpa harus mengantre di kasir atau menunggu obat di farmasi rumah sakit.
Sementara itu, Regional Manager Asuransi Astra Jawa Barat-Sulawesi, Hendra Tan, berharap kolaborasi OJK bersama media mampu memperkuat edukasi asuransi kepada masyarakat.
Apalagi, sejauh ini, tingkat literasi keuangan masyarakat masih rendah terkhusus pemahaman soal asuransi. “Sehingga pemahaman masyarakat kita terhadap literasi keuangan ini benar-benar memahami,” harapnya.
Asisten Manager Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sulselbar, Nadilah Avissa Nashar juga berpendapat, edukasi sebagai kunci untuk memberikan pemahaman yang jelas perihal asuransi.
Sebab, menurut Nadilah, perlindungan konsumen tidak semata-mata berkaitan dengan penyelesaian persoalan setelah konsumen mengalami masalah.
“Perlindungan konsumen tidak hanya berbicara mengenai penyelesaian masalah ketika sesuatu terjadi, tetapi juga bagaimana masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan pemahaman yang tepat sejak awal,” ujar Nadilah.
Ia menjelaskan, edukasi dan keterbukaan informasi menjadi bagian penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan secara tepat ketika memilih produk dan layanan jasa keuangan.
“Perlindungan konsumen mencakup edukasi yang memadai, keterbukaan dan transparansi informasi produk dan atau layanan, perlindungan aset, privasi dan data konsumen, serta penanganan pengaduan dan penyelesaian sengketa yang efektif dan efisien,” jelasnya.
Menurut Nadilah, informasi mengenai produk dan layanan perlu dipahami konsumen sebelum mengambil keputusan.
“Konsumen perlu memperoleh informasi yang jelas, benar, akurat, mudah dipahami dan tidak menyesatkan mengenai produk dan layanan yang digunakan,” tutupnya. (*)