#TRENDING

UKI Paulus Cetak 682 Sarjana hingga Raih Pengelolaan Keuangan Berpredikat WTP

Wednesday, 02 September 2026 | 10:35 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus kembali mencatatkan capaian penting dalam perjalanan pendidikan tinggi dengan menggelar wisuda bagi 682 sarjana. Momentum wisuda tersebut tidak hanya menjadi perayaan keberhasilan para lulusan dalam menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menjadi refleksi atas berbagai capaian dan perkembangan yang berhasil diraih UKI Paulus di bawah kepemimpinan Rektor bersama seluruh unsur sivitas akademika.

Rektor UKI Paulus, Prof. Agus Salim memaparkan sejumlah perkembangan yang telah dicapai, baik dalam bidang akademik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengelolaan keuangan, pembangunan infrastruktur, maupun prestasi di tingkat nasional.

Saat ini, UKI Paulus memiliki 4 orang guru besar dan sekitar 60 orang doktor. Selain itu, terdapat 6 dosen yang sedang dalam proses menuju penyelesaian pendidikan doktoral.

PT-Vale

Peningkatan kualitas sumber daya manusia tersebut menjadi salah satu perhatian serius universitas. UKI Paulus terus memberikan dukungan terhadap pengembangan kompetensi para dosen, termasuk melalui program beasiswa bagi dosen yang melanjutkan pendidikan pada jenjang S2 dan S3.

Salah satu prestasi yang turut membanggakan adalah kiprah sumber daya manusia UKI Paulus di tingkat nasional. Prof. Yoel Pasae disebut berhasil meraih kepercayaan sebagai Evaluator Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) tingkat nasional.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa UKI Paulus tidak hanya berfokus pada peningkatan pendidikan di internal kampus, tetapi juga terus mendorong tenaga pendidiknya untuk berperan dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan tinggi di tingkat nasional.

Selain bidang akademik, UKI Paulus juga mencatatkan prestasi dalam pengelolaan keuangan. Pendapatan pada semester genap tahun 2026 disebut mencapai 95 persen dari target yang telah ditetapkan.

Pengelolaan keuangan universitas juga dinilai berjalan secara akuntabel. Berdasarkan hasil audit akuntan, pengelolaan keuangan UKI Paulus memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang transparan, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di bidang pembangunan infrastruktur, UKI Paulus juga terus melakukan pengembangan fasilitas pendidikan. Renovasi sejumlah gedung terus dilakukan, termasuk pengembangan fasilitas yang berkaitan dengan Program Studi Kedokteran.

Nilai pembangunan dan renovasi tersebut disebut mencapai sekitar Rp17 miliar, dan proses pengembangan infrastruktur masih terus berlanjut.

Pembangunan diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas proses belajar mengajar, sekaligus memperkuat kesiapan UKI Paulus dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang semakin memadai bagi mahasiswa dan tenaga pengajar.

Prof. Agus Salim Paulus menyampaikan rasa terima kasih atas berbagai penghargaan dan apresiasi yang diberikan kepada universitas.

“Terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada kami. Ini sangat luar biasa,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan yang diraih UKI Paulus bukan merupakan hasil kerja satu orang atau hanya keberhasilan seorang rektor.

“Keberhasilan UKI bukan hanya rektor saja, tetapi semuanya. Pimpinan universitas, program studi, dosen, mitra, dan mahasiswa,” katanya.

Menurutnya, seluruh capaian yang diraih hingga saat ini merupakan hasil dari kerja sama dan komitmen seluruh unsur yang terlibat dalam perjalanan UKI Paulus.

Sinergi antara pimpinan universitas, yayasan, fakultas, program studi, tenaga pendidik, mahasiswa hingga para mitra menjadi kekuatan penting dalam mendorong kemajuan perguruan tinggi tersebut.

Ketua Yayasan: Wisuda Bukan Akhir, Tetapi Awal Tanggung Jawab

Sementara itu, Ketua Yayasan PIKI Paulus, Pdt. Yonahis Metrus, mengingatkan para wisudawan dan wisudawati bahwa wisuda bukan sekadar tentang memperoleh gelar akademik.

Menurutnya, gelar yang diperoleh setelah menyelesaikan pendidikan justru membawa tanggung jawab baru dalam kehidupan.

“Wisuda bukan hanya tentang bagaimana memperoleh gelar, tetapi juga adalah tanggung jawab,” ujarnya.

Ia mengatakan, wisuda memang menjadi tanda bahwa seseorang telah menyelesaikan satu tahapan pendidikan. Namun setelah meninggalkan lingkungan kampus, para lulusan akan menghadapi tantangan kehidupan yang sesungguhnya.

“Wisuda berarti menyelesaikan pendidikan. Setelah itu kehidupan akan menguji kita melalui pendidikan yang kita dapat, mengenai bagaimana cara kita bekerja, bagaimana ilmu kita, serta bagaimana cara kita berkomunikasi,” katanya.

Menurut Pdt. Yonahis Metrus, ilmu pengetahuan yang diperoleh selama berada di perguruan tinggi harus mampu diterapkan dalam kehidupan nyata.

Para lulusan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki karakter, etika, kemampuan berkomunikasi, serta kesiapan menghadapi berbagai persoalan di tengah masyarakat dan dunia kerja.

Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan UKI Paulus hingga mencapai berbagai capaian saat ini bukanlah sebuah proses yang mudah.

“Perjalanan sampai saat ini bukanlah hal yang mudah,” ujarnya.

Karena itu, Yayasan PIKI Paulus memberikan apresiasi terhadap berbagai capaian yang berhasil diraih UKI Paulus, khususnya di bawah kepemimpinan Rektor.

“Kami mengapresiasi capaian-capaian yang sangat membanggakan di bawah kepemimpinan Pak Rektor,” katanya.

Berbagai program yang berhasil dijalankan disebut menjadi bagian dari perkembangan signifikan UKI Paulus dalam beberapa tahun terakhir.

Di antaranya adalah peningkatan jumlah dan pengembangan program, dukungan beasiswa bagi dosen untuk melanjutkan pendidikan, hingga pembukaan dan pengembangan Fakultas Kedokteran.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kepemimpinan dalam membawa kemajuan bagi universitas, Yayasan juga memberikan penghargaan berupa sertifikat kepada pimpinan UKI Paulus.

Penghargaan tersebut menjadi simbol apresiasi terhadap kontribusi dan kerja keras dalam mendorong peningkatan kualitas institusi, pengembangan program pendidikan, peningkatan kompetensi dosen, serta pembangunan fasilitas kampus.

Wisuda Jadi Momentum Menatap Masa Depan

Wisuda 682 sarjana UKI Paulus menjadi momentum penting, tidak hanya bagi para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga bagi universitas untuk terus memperkuat perannya dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.

Dengan dukungan peningkatan kualitas dosen, bertambahnya tenaga akademik bergelar doktor dan guru besar, pengembangan infrastruktur, pembukaan Fakultas Kedokteran, serta tata kelola keuangan yang akuntabel, UKI Paulus terus menyiapkan diri menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa mendatang.

Para wisudawan diharapkan mampu membawa ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan untuk memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Gelar akademik yang diperoleh diharapkan bukan hanya menjadi sebuah pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi bekal untuk menjalankan tanggung jawab dalam dunia kerja, kehidupan sosial, dan pembangunan bangsa.

Turut hadir dalam kegiatan wisuda tersebut Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Prof. Bundu, bersama jajaran pimpinan universitas, Yayasan PIKI Paulus, dosen, sivitas akademika, para orang tua, serta keluarga wisudawan. (*)