PT Vale Hadirkan Pujasera Petahineando, Bawa Kemajuan bagi UMKM Lokal

Tuesday, 25 November 2025 | 17:41 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

LUWU TIMUR, GOSULSEL.COM – Aktivitas ekonomi di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan kian terlihat setelah PT Vale Indonesia Tbk menghadirkan Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) Petahineando di Kecamatan Towuti.

Pujasera yang dibangun pada 2022 ini menjadi bagian dari Program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM) PT Vale Indonesia Tbk. Berlokasi di simpang strategis Jalan Ahmad Yani dan Jalan Jenderal Sudirman, Wowondula–Towuti, kawasan ini menjelma menjadi magnet baru aktivitas warga, terutama pada sore hingga malam hari.

Sebanyak 26 lapak dari lima desa—Lioka, Baruga, Wawondula, Asuli, dan Langkea Raya—serta satu lapak perwakilan kecamatan kini terpusat di satu lokasi. Sebelumnya, para pedagang berjualan secara terpisah tanpa daya tarik kolektif. Kehadiran Pujasera membuat usaha kecil yang tersebar kini terkonsolidasi dan lebih mudah diakses masyarakat.

PT-Vale

“Setelah ada Pujasera, Towuti jadi semakin ramai. Bukan hanya warga sekitar, tapi juga dari luar wilayah yang datang untuk nongkrong dan makan,” ujar Frengky, Manajer Lapangan Bumdesma Moiko Morokono selaku pengelola Pujasera Petahineando.

Lebih dari sekadar pusat kuliner, Pujasera juga menjadi ruang interaksi sosial. Tempat ini mempertemukan warga lintas desa, memperkuat solidaritas, sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Harapannya, Pujasera dapat menjadi ikon Towuti dan sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Dampak ekonomi itu dirasakan langsung oleh para pedagang. Ayu Pratiwi, salah satu pelaku usaha, mengaku kehidupannya berubah sejak berjualan di Pujasera. “Alhamdulillah cukup membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Kalau akhir pekan pasti ramai,” tuturnya.

Menariknya, Pujasera Petahineando tidak hanya menampilkan kuliner siap saji, tetapi juga menjadi etalase produk olahan lokal, termasuk aneka produk turunan nanas seperti selai, dodol, keripik, asinan, dan sirup. Bahan baku nanas tersebut berasal dari Kecamatan Wasuponda, wilayah tetangga Towuti, yang dalam beberapa tahun terakhir bangkit melalui pertanian rakyat.

Head of External Relations PT Vale, Endra Kusuma, menjelaskan bahwa pembangunan Pujasera Petahineando dirancang sebagai simpul ekonomi lokal yang saling terhubung.

“Dengan adanya Pujasera, pelaku usaha yang tadinya terpencar kini terkonsolidasi, lebih mudah dipromosikan, dan memiliki daya tarik wisata. Ini juga membuka ruang bagi produk-produk lokal seperti olahan nanas dari Wasuponda,” jelasnya.

Rantai ekonomi dari kebun nanas hingga meja makan di Pujasera menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Luwu Timur tidak berdiri sendiri. Infrastruktur pendukung seperti Jalan Sorowako–Malili sepanjang 80 kilometer turut memperlancar distribusi barang dan mobilitas warga, memperkuat keterhubungan antarwilayah.

Dari kebun rakyat di Wasuponda hingga lapak-lapak kuliner di Towuti, Pujasera Petahineando menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas desa, BUMDes, masyarakat, dan dunia usaha mampu menghadirkan model pembangunan ekonomi yang inklusif. Bagi warga, harapannya sederhana: Pujasera dan usaha lokal yang tumbuh di sekitarnya dapat terus bertahan, berkembang, dan menjadi warisan ekonomi bagi generasi berikutnya. (*)