Kepala Basarnas, Marsekal Madya FHB Soelistyo memperlihatkan peta lokasi saat menggelar konfrensi pers di ruang crisis center Bandara Hasanuddin, Makassar, Sabtu, 3 Oktober. ( GO CAKRAWALA/ DIN FATHUL).
#

Pencarian Pesawat Aviastar Belum Berbuah Hasil

Sabtu, 03 Oktober 2015 | 18:55 Wita - Editor: gun mashar - Reporter: Mirsan - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar, GoSulsel.com – Kepala Basarnas Marsdya TNI Bambang Soelis didampingi Deputi Potensi Basarnas Marsda TNI Sudipo Handoyo, Kadispers Lanud Sultan Hasanuddin Letkol Pnb HKD Handaka,Agus Santoso dari Dinas Perhubungan Pusat melaksanakan press conference tentang hasil Searching/Pencarian pswat Aviastar yang lost contact pada tgl 2 Oktober di Kantor Divisi Security Bandara Sultan Hasanuddin, Sabtu (3/10/2015) sekitar pukul 13.45 wita.

Pihak SAR Gabungan telah melaksanakan pencarian dengan maksimal mungkin, namun sampai saat ini masih nihil dan lokasi keberadaan Pesawat Aviastar belum diketahui. Meskipun sudah ada 125 orang anggota tim SAR gabungan yg melakukan pencarian melalui jalur darat di beberapa titik yang dicurigai sebagai lokasi jatuhnya pswat.

pt-vale-indonesia

Hari ini tim SAR gabungan sudah menerjunkan 3 pesawat sebagai unsur pencarian melalui udara, diantaranya 1 pesawat Helly Bell milik TNI AD dan pesawat Twin Otter milik Aviastar, namun hingga saat ini belum didapatkan hasil yg memuaskan. “Hari ini saya akui gagal, kita akan tarik kembali semua potensi ke posko. Besok pagi akan kita cari kembali,” kata Bambang.

Halaman 2

Adapun rencana pencarian yang akan dilaksanakan besok, Minggu 4 Oktober adalah penambahan 1 unit helly milik Bosowa, sehingga pencarian melalui unsur Udara diharapkan akan lebih maksimal. Area Pencarian akan diperlebar menjadi 6 sektor karvak pada pemetaan SAR, sektor yg ditambahkan adalah bagian selatan dari 4 karvak pemetaan SAR hari ini, dengan jarak jangkau mencapai 30 X 30Noutical Mile Square, meliputi Kab. Luwu, Kab. Tator, Kab.Palopo, Kab. Enrekang.

“Kendala yang dialami selama melaksanakan pencarian melalui udara adalah cuaca/kecepatan angin yang sangat kencang dan bukit tinggi yang terjal di area karvak Pemetaan SAR, sehingga pesawat mengalami kendala. Sementara melalui rarat adalah tebing curam berbukit, jurang terjal, pengunungan terjal, sehingga tim SAR gabungan di darat juga terkendala,” katanya.

“Besok kita harap sudah ada hasilnya. Dengan pencarian seefektif mungkin dan semaksimal mungkin agar segera memperoleh hasil yang memuaskan. Dan mudah-mudahan mereka masih selamat,” tutup Bambang.


BACA JUGA