Beras

Kepala Perwakilan BI Sulsel: Beras Penyebab Inflasi Tertinggi di Sulsel

Selasa, 29 Desember 2015 | 18:50 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Sutriani Nina - Go Cakrawala

Halaman 1

Makassar,GoSulsel.com – Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, Causa Iman Karana mengungkapkan, inflasi Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga akhir 2015 disebabkan oleh beras. Karena, Sulsel ini merupakan termasuk lumbung beras di Indonesia.

“Padahal Sulsel adalah lumbung beras, tapi inflasi malah selalu dari beras, ini lucu. Itu artinya hal ini yang menjadi PR dari kami bersama TPID,” katanya di kantor BKPMD usai memberi materi, jalan Bougenville, Selasa (29/12/2015).

Melihat hal tersebut, Pengamat Ekonomi yang sekaligus Dosen Universitas Hasanuddin, Idrus Taba ikut berpikir mengapa justru hal seperti itu terjadi.

“Saya juga berpikir mengapa? Jadi kami lihat persoalan begini dengan menggunakam pisau bedah, namanya ekonomi politik. Ada sejumlah pemain beras yang mencoba mempermainkan harga,” ujarnya pada kesempatan yang sama.

Idrus mengakui, beberapa tahun yang lalu, ia pernah meneliti di rantai pemasaran beras yang dipegang oleh sejumlah pengusaha-pengusaha besar yang tentu ingin mempertahankan agar harga tetap tinggi.

Halaman 2

“Jika ingin mempertahankan harga tetap tinggi, tentunya dengan mengurangi supplay beras,” ujarnya.

Olehnya itu, ia menganggap bahwa disinilah seharusnya peranan bulog, peranan bulog selama ini ketika produksi meningkat, pihaknya akan membeli agar harga stabil.

“Tapi kalau produksi kurang bulog akan lempar. Regulasi yang seperti ini tidak baik dijalankan oleh bulog, sehingga disela-selanya inilah pengusaha-pengusaha mengambil kesempatan untuk menaikkan harga,” terangnya.

Melihat kelakuan bulog yang seperti itu, tak lain adalah yang dibutuhkan peranan pemerintah agar bisa mengatur mekanisme perdagangan beras, sehingga betul-betul bisa diatur dan akhirnya tidak terjadi inflasi.

“Ini sangat anomali, artinya ada permainan, bukan lagi persoalan ekonomi. Jika dikatakan musim el nino yang jadi pengaruh, padahal meningkat kita punya produksi. Seharusnya harga tidak meningkat dan menggila seperti itu, memang artinya ada yang memermainkan nilainya,” tutupnya.

Halaman 3

Sementara itu, dari sisi pemasaran yang terjadi di sejumlah pasar tradisional Makassar, salah satunya pasar Pa’baeng-baeng para pedagang beras mengaku telah terjadi kenaikan.

“Memang sudah waktunyami naik beras. Stok beras berkurang, karena musim kemarau yang pernah terjadi, sementara dimusim penghujan ini petani baru menanam kembali. Apalagi, pada musim kemarau lalu, masih banyak yang gagal panen, termasuk Takalar, Maros, dan Pangkep,” kata pedagang beras, Ardi ketika dikonfirmasi. (*)


BACA JUGA