Disergap TNI, Petani Gabah Geruduk Makodim 1422 Maros

Rabu, 14 Maret 2018 | 15:13 Wita - Editor: Baharuddin - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

Maros,GoSulsel.com – Puluhan tengkulak gabah asal Desa Allatengae, Kecamatan Bantimurung, Maros mendatangi Markas Kodim (Makodim) 1422 Maros, Rabu (14/3/2018).

Mereka resah karena dicegat oleh TNI dalam operasi serapan gabah petani (Sergap).

pt-vale-indonesia

“Penghadangan dilakukan oknum TNI dan membeli gabah kami dengan harga relatif rendah sangat merugikan kami sebagai pengusaha lokal. Kami minta pihak Kodim memberikan penjelasan soal ini, karena kami merasa dirugikan,” kata salah seorang petani bernama Marzuki, ketika dikonfirmasi.

Pengusaha gabah lainya, Muhammad Nur mengatakan, dirinya melakukan penyetoran sekitar 2 ton ke pihak TNI.

“Saya juga disuruh stor 2 ton dengan harga Rp.,4.500 padahal itu kami beli 4.650, bapak saya yang langsung kasi karena takut,”ungkap Nur.

Ia mengatakn, jika ia bersama pengusaha gabah lainnya merasa resah karena pihak TNI mengharuskan pengusaha membeli gabah dengan harga rendah, sementara petani ingin jual dengan harga tinggi.

“Contoh kecilnya kita di desa Alatengae, dengan rata-rata gabah 6 Ton/Ha dengan selisih harga sekitar Rp. 200 maka dengan luas lahan sekitar 600an Hektar maka akan ada selisih sekitar Rp. 720 Juta, kalau di Kecamatan Bantimurung dengan luas lahan 3000an Hektar maka akan ada selisih sekitar Rp. 3,6 M, kalau di Maros sekitar 26.000 Hektar itu ada diangka Rp. 31 Milyar. Itu baru selisi Rp. 200. Bayangkan berapa kerugian petani. “pungkasnya.(*)


BACA JUGA