Sekretaris PDI Perjuangan Sulsel, Rudy Pieter Goni
#

Saksi, Mesin Pencari Suara PDI Perjuangan Berbasis TPS

Kamis, 14 Februari 2019 | 08:13 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Fardi - GoSulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Partai politik tak ingin rugi memberikan honor kepada saksi. Bukan rahasia umum, bahwa saksi yang mengawal suara peserta pemilu di Tempat Pemungutan Suara (TPS) harus mendapat biaya operasional. 

Tidak sedikit partai politik yang memberikan syarat sebelum direkrut mejadi saksi. Rata-rata mereka yang ingin jadi saksi di partai politik harus menjamin memberikan konstribusi suara berdasarkan permintaan masing-masing partai.

pt-vale-indonesia

Sehingga sebagian partai politik tidak hanya meminta kepada saksi untuk mengawal suara partai saat perekapan di semua tingkatan. Tapi bahkan menjadikan saksi sebagai mesin pencari suara berbasis TPS.

Hal ini dipersyaratkan bagi saksi PDI Perjuangan. Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulsel, Rudy Pieter Goni mengatakan, wajib bagi saksi PDI Perjuangan untuk merekrut calon pemilih. RPG, akronim namanya, tidak menepis bahwa saksi adalah ujung tombak pencari suara di lapangan.

“Yah pasti (harus merekrut calon pemilih). Mereka (saksi) itu berada di garda terdepan menjaga suara. Saksi juga membatu tim dalam melakukan gerakan politik untuk mencapai target suara. Dia memiliki banyak fungsi,” kata legislator Sulsel ini, Rabu (14/2/2019).

Jadi, lanjut dia, PDI Perjuangan akan merekrut saksi multitasking. Dia berharap saksi PDI Perjuangan bisa membantu partai dalam banyak hal. Termasuk perolehan suara di TPS.

“Kami merekrut saksi dengan pola 3 rumah TPS. Jadi saksi-saksi itu tidak sulit yah mencari suara ril, rumahnya sendiri, rumah di sebelah kanan dan di sebelah kirinya. (Target suaranya) bervariasi, bisa lima, bisa enam dan delapan. Makanya kami tidak menargetkan suara, tapi kami menargetkan rumah,” kata RPG.(*)


BACA JUGA