Penandatanganan Kerja sama antara UPT Perpustakaan Unhas dengan Balai Literasi Braille Indonesia (BLBI) Abiyoso di Aula LPMPP Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Selasa (5/11/2019)

Pertama di Indonesia, Braille Corner Bakal Hadir di Perpustakaan Unhas

Selasa, 05 November 2019 | 16:16 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Untuk pertama kalinya di Indonesia, perpustakaan Universitas Hasanuddin (Unhas) akan menjadi kampus pertama yang akan menghadirkan Braille Corner untuk penyandang disabilitas.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala UPT Perpustakaan Unhas, Fierenziana Getruida saat Penandatanganan Kerja sama dengan Balai Literasi Braille Indonesia (BLBI) Abiyoso di Aula LPMPP Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Selasa (5/11/2019).

muhammad-ismak

Fierenziana Getruida mengaku menyambut baik rencana pembentukan Braille Corner di Perpustakaan Unhas. Ia berharap bembentukan corner tersebut nantinya menjadi sumber informasi dan ilmu pengetahuan bagi penyandang disabilitas.

“Pembentukan Braille Corner di Perpustakaan kami sangat cocok dengan misi perpustakaan Unhas untuk menjadi pusat layanan data dan informasi semua ilmu pengetahuan. Hadirnya braille corner diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi teman-teman penyandang disabilitas untuk memperkaya sumber informasi yang dibutuhkan,” jelas Fierenziana.

Ia juga berharap, braille corner yang akan dibentuk di Perpustakaan Unhas tersebut akan menjadi pionir bagi lahirnya braille corner yang mungkin akan dibentuk oleh universitas lain.

Di tempat yang sama, Tim Bimtek dan Layanan Literasi Braille, Asih Sucianti mengungkapkan bahwa dipilihan Perpustakaan Unhas untuk membuka Braille Corner, karena ia melihat Unhas sudah konsen dan memiliki program kepedulian terhadap disabilitas.

“Hal ini membuat kami tersadar bahwa ternyata perguruan tinggi juga perlu disentuh karena mereka adalah lembaga pelayanan sumber informasi. Selama ini kami hanya konsen di perpustakaan kedinasan. Kami berharap kampus bisa menjadi role model yang kemudian bisa dikembangkan di masyarakat untuk memberikan pelayanan akses kepada disabilitas,” tambahnya.(*)