Hindari Konten Negatif di Era Belajar Online Dengan Memahami Dunia Anak

Rabu, 14 Juli 2021 | 17:26 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

LUWU TIMUR, GOSULSEL.COM – Keterlibatan orang tua siswa menjadi salah satu hal yang penting pada saat belajar online. Pengawasan dan konstribusi orang tua sangat dibutuhkan agar pelar terhindar dari konten negative. Hal ini menjadi salah satu pembahasan pada Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 14 Juli 2021 di Luwu Timur.

Sebanyak 1325 peserta ikut pada kegiatan virtual yang diinisiasi oleh kolaborasi tiga lembaga ini dengan mengangkat tema tema kali adalah “Bagaimana Belajar Online yang Efektif”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Psikolog Pendidikan, Sukma Prawitasari; Guru SMKN 6 Palu, Masdinar Taing; Pegiat Literasi, Erna Dwi Lidiawati; dan Selebgram, Hafiid Pratama. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Rosniawanti selaku Jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Sukma Prawitasari yang membawakan tema “Saat Dunia Berada di Ujung Jari”. Menurut dia, sekarang ini literasi digital menjadi hal yang penting untuk menjadikan warganet berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Selain itu, kemampuan tersebut juga akan membantu dalam penyelesaian masalah, memudahkan komunikasi, sekaligus dapat memberikan peluang untuk berkolaborasi dengan pihak lain.

“Orang tua dapat dikatakan sukses bila mampu mengarahkan anak dan generasi muda tentang manfaat gawai hanya sebagai big data yang saling terhubung dan terampil menggunakannya,” katanya

Berikutnya, Hafiid Pratama menyampaikan materi berjudul “Upaya Mencegah, Mendeteksi dan Menyikapi Cyber Bullying”. Ia mengatakan, perundungan dan sikap intimidasi makin marak di era digital lantaran seseorang merasa memiliki kekuatan lebih ketimbang orang lain. Contoh tindakannya antara lain, menyebarkan informasi pribadi seseorang, mengirimkan langsung pesan negatif ke orang yang bersangkutan, meniru identitas seseorang, serta memata-matai.

Sebagai pemateri ketiga, Masdinar Taing membawakan tema tentang “Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”. Menurut dia, seorang guru memerlukan kecakapan digital agar pembelajaran daring menjadi efektif. Tidak hanya mahir dalam penggunaan teknologi, tenaga pendidik juga harus lihai dalam berkomunikasi, kreatif, dan berinovasi.

“Dalam pendidikan anak, sudah tidak pas lagi jika orang tua menyerahkan sepenuhnya ke sekolah. Sebab, madrasah terbesar itu ada di rumah,” ujarnya.

Adapun Erna Dwi Lidiawati, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Menjaga Keamanan Digital bagi Anak di Dunia Maya”. Ia mengatakan, sejumlah kiat agar anak didik aman dari gangguan konten negatif semisal pornografi dan aksi kekerasan, di antaranya ialah para orang tua harus menyelami dan memahami karakter anak sehingga bisa bersama-sama beraktivitas di dunia digital, buatlah perjanjian serta batasan waktu menggunakan gawai, serta ajarkan cara-cara mengatur privasi anak.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusias dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

“Kiat apa saja yang dapat dilakukan untuk menyiasati agar anak tidak kecanduan game online,” tanya Liman Nugrohoyang, salah satu peserta webinar.

Menjawab hal tersebut, Sukma Prawitasari mengatakan, pengawasan penggunaan anak perlu kerja sama atau kesepakatan kedua orang tua, anak-anak juga perlu diberikan pemahaman bahwa fungsi utama gawai di era pandemi Covid-19 adalah sebagai ruang kelas sekaligus buku untuk mengerjakan tugas.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(*)


BACA JUGA