Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto/Ist

Penggunaan GeNose Dikritik IDI Makassar, Ini Jawaban Wali Kota Danny

Rabu, 20 Oktober 2021 | 16:22 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto angkat bicara. Ia pun menjawab kritikan ahli medis yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Sebelumnya, menyoroti rencana penggunaan GeNose untuk memeriksa kondisi paru-paru. Dianggap kurang tepat seiring tidak berhubungan.

Ia beralasan alat buatan UGM itu hanya untuk tes skrining Covid-19 di sekolah. Selain itu, sebagai kontrol kesehatan pelajar yang mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka (PTM).

“Jadi (GeNose) bukan untuk testing tapi screening,” ujarnya, Rabu (20/10/2021).

Danny beralasan GeNose tetap bisa digunakan. Sebab, sudah memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“IDI bukan yang memberi otorisasi izin nya, kalau ada komplain begitu itu ke kemenkes (kementrian kesehatan),” jelasnya.

Olehnya, pemerintah tetap akan memanfaatkan alat tersebut. Menurutnya, protes seharusnya dilayangkan ke Kementrian Kesehatan sebagai lembaga yang memiliki wewenang.

“Sama negara yang beri beri rekomendasi itu, jangan sama kita selama negara mengakui,”sambungnya.

Dilain pihak, Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar, dr Wahyudi Muchsin menganggap GeNose tidak ada hubungannya dengan paru-paru. “Itu tidak tepat, tidak ada hubungannya dengan paru-paru,” jelasnya.

Alat yang dianggap tepat yaitu rontgen. Itu untuk mengetahui pneumonia atau peradangan di paru-paru.

Dokter Yudi mengaku sejak awal telah mengingatkan pemerintah setempat untuk tidak menggunakan alat tersebut. Rekomendasi alat yaitu swab PCR dan swab antigen. (*)


BACA JUGA