Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat meresmikan bantuan bedah rumah hasil kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) kepada KME Zubaedah, di Desa Bontobiraeng Selatan, Kecamatan Bontonompo, Senin (27/04/2026)/FOTO: Instagram @pemkab.gowa

Tekan Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Gowa dan BSI Hadirkan Rumah Layak Huni

Monday, 27 April 2026 | 23:54 Wita - Editor: A Nita Purnama -

GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan ekstrem melalui berbagai program nyata. Salah satunya diwujudkan lewat bantuan bedah rumah bagi warga kurang mampu, hasil kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Bantuan rumah layak huni tersebut diserahkan kepada Zubaedah, warga Desa Bontobiraeng Selatan, Kecamatan Bontonompo, pada Senin (27/04/2026). Program ini menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin ekstrem.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menuntaskan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa.

PT-Vale

“Di awal masa pemerintahan ini, kami memiliki program prioritas Gowa Bersama, dimana salah satu didalamnya adalah Gowa Sejahtera untuk penuntasan miskin ekstrem. Alhamdulillah, program ini mendapat sambutan yang sangat baik dari berbagai stakeholder di sekitar kita salahsatunya BSI yang diresmikan hari ini,” ungkapnya.

Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah dan berbagai pihak menjadi kunci dalam menghadirkan solusi yang tepat bagi masyarakat. Kolaborasi ini memungkinkan bantuan disalurkan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

“Berkat doa dan dukungan kita semua, pemerintah dapat melakukan intervensi melalui kolaborasi dengan BSI. Kami mengapresiasi BSI wilayah dan Kabupaten Gowa yang telah membantu keluarga ini, sehingga mereka dapat tinggal di rumah yang lebih layak,” tambahnya.

Lebih jauh, Bupati Talenrang menekankan bahwa kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari kepemilikan rumah, tetapi juga dari akses pendidikan dan layanan kesehatan yang memadai.

“Kesejahteraan juga berarti anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang baik, serta akses kesehatan yang mudah dan terjamin. Di bidang kesehatan, pemerintah telah berupaya memberikan jaminan pelayanan agar masyarakat dapat berobat ke rumah sakit tanpa terbebani biaya,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada BSI atas kontribusinya dalam membantu pemerintah daerah mengatasi persoalan kemiskinan.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak BSI yang telah membantu pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan kemiskinan di Kabupaten Gowa. Bantuan ini sangat berarti, karena masih banyak masyarakat kita yang membutuhkan uluran tangan, salah satunya keluarga Ibu Zubaedah ini,” lanjutnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi demi memastikan program-program pemerintah berjalan optimal dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.

“Semoga rumah ini membawa keberkahan, kenyamanan, dan kebahagiaan bagi penghuninya, serta menjadi semangat bagi kita semua untuk terus membantu sesama,” pungkasnya.

Sementara itu, Manager BSI Maslahat, Ichwan Jufri, menjelaskan bahwa program bedah rumah ini merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pemanfaatan dana sosial.

“Program hari ini adalah bantuan rumah layak huni untuk kaum duafa, hasil kolaborasi Pemda Gowa dengan BSI dan BSI Maslahat. Dana yang digunakan berasal dari zakat, infaq, dan wakaf nasabah BSI yang dikelola untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Ia menambahkan, program ini menjadi bukti nyata kontribusi nasabah BSI kepada masyarakat luas. Semakin banyak dana sosial yang terhimpun, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Ke depan, pihaknya berharap kerja sama ini dapat diperluas, tidak hanya pada program bedah rumah tetapi juga pada program sosial lain seperti penanganan stunting.

“Untuk sementara, kami inisiasi tiga program bedah rumah untuk miskin ekstrem, yaitu dua di Bontonompo dan satu di Bajeng. Ke depan, tentu kami berharap program ini dapat terus berlanjut,” harapnya.

Penerima bantuan, Zubaedah yang sehari-hari berjualan kue tradisional bannang-bannang untuk menghidupi dua anaknya, mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut.

“Terima kasih kepada pemerintah dan BSI. Tentu kami sangat bersyukur dan ini adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakatnya yang membutuhkan,” tutupnya. (*)