Sosialisasi Road To Pekan Reksa Dana di Makassar bersama jurnalis di kantor OJK Sulselbar, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar/FOTO: IST

Wujudkan ‘Financial Freedom’ Melalui Investasi Praktis di Reksa Dana

Monday, 04 May 2026 | 13:06 Wita - Editor: Agung Eka -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Meraih kebebasan finansial atau financial freedom bukan lagi sekadar angan-angan. Masyarakat khususnya generasi muda kini dapat mencapai target tersebut dengan cara investasi.

Reksa Dana merupakan salah satu instrumen investasi yang bisa dimanfaatkan. Di tengah tantangan global saat ini, industri ini terus menujukkan pertumbuhan positif sehingga kini mulai banyak dilirik pada tahun 2026.

Pertumbuhan itu tercermin pada dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) reksa dana mencapai Rp679,24 triliun di tahun 2025. Angka itu naik 35,06 persen dari Rp502,92 triliun dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

PT-Vale

Hingga kini, AUM reksa dana tercatat telah menembus Rp1.007,65 triliun. Hal tersebut membuktikan industri ini menjadi wadah utama dari investor untuk menempatkan uangnya demi mendapat passive income.

Dari jumlah investor pun, menurut data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) ikut mengalami peningkatan. Jumlah Single Investor Identification (SID) tercatat mencapai 19,2 juta pada akhir 2025, naik dari 18,6 juta pada tahun sebelumnya. Adapun 54,24 persen investor didominasi oleh anak muda berusia di bawah 30 tahun.

Dengan kinerja yang cemerlang, berinvestasi di reksa dana dapat mendorong pengelolaan keuangan yang baik. Kebebasan finansial pelan-pelan bakal dicapai.

Imbal Hasil

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Moch Muchlasin mengatakan investasi di reksa dana sangat praktis karena bisa dilakukan mulai Rp10 ribu. Ini sangat cocok bagi pemula khususnya anak muda.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 yang digelar Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) bersama OJK dan Bursa Efek Indonesia untuk media di Kantor OJK Sulselbar, Jalan Sultan Hasanuddin, Kota Makassar, Rabu (16/4/2026) lalu.

Menurut Mochlasin, kebebasan finansial bisa dicapai dengan menyisihkan uang untuk investasi. Sebab, ini adalah cara mudah untuk mendapatkan passive income atau pendapatan tambahan.

“Kita bisa pakai uang dingin, artinya bukan uang yang dipakai untuk kebutuhan harian,” ujarnya.

Apalagi reksa dana saat ini punya imbal hasil yang tinggi. Berikut reksa dana saham mencatat imbal hasil tertinggi sebesar 17,23 persen pada 2025, sejalan dengan pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 22,13 persen. Disusul reksa dana campuran mencatat imbal hasil 12,48 persen, pendapatan tetap 6,96 persen, dan pasar uang 3,18 persen.

Mochlasin mengatakan, imbal hasil yang menjanjikan itu mendorong investor tertarik reksa dana. Di Sulawesi Selatan khususnya, OJK mencatat SID mencapai 549.910 ribu.

Angka tersebut tumbuh sekitar 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dan menariknya, mayoritas investor merupakan milenial dan gen z.

Dia pun mendorong masyarakat terutama anak muda untuk berinvestasi di reksa dana. Dari sekitar 88 juta penduduk usia 18 hingga 34 tahun, baru sekitar 12 persen yang aktif berinvestasi.

“Ini artinya, ruang peningkatan inklusi investasi masih sangat luas dan perlu didorong secara serius. Karena jika dilihat lebih dalam, potensi tersebut masih sangat besar,” tutupnya.

Sementara itu, Dewan Presidium APRDI, Marsangap P. Tamba, menyatakan pertumbuhan industri reksa dana perlu diimbangi dengan peningkatan pemahaman masyarakat termasuk pemanfaaatan akses layanan investasi melalui aplikasi digital, bank, dan platform lainnya.

“Pertumbuhan industri reksa dana mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi yang dikelola secara profesional,” ujarnya.

“Oleh karena itu, penguatan literasi dan inklusi keuangan perlu terus dilakukan, khususnya kepada generasi muda,” katanya.

Saat ini sudah ada banyak platform digital yang bisa dimanfaatkan untuk investasi reksa dana, di antaranya, Bibit, Makmur, PINTU, dan Ajaib. Semuanya telah diawasi dan diakui sebagai Agen Penjual Reksa Dana oleh OJK sehingga dapat dipercaya.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Makassar, Sutarjo Tui juga menilai imbal hasil yang tinggi ini menjadi momentum bagi anak muda untuk bisa mendapat passive income lewat investasI reksa dana.

Bila melakukan investasi dalam jangka waktu yang panjang, kata dia, maka kebebasan finansial bisa diraih. Sebab, pendapatannya terus bertambah seiring investasi

“Namun yang perlu diketahui bahwa investasi itu bukan soal cepat untung. Kita harus bersabar karena proyeksinya ini untuk jangka panjang,” jelasnya.

Anak Muda Berinvestasi Sejak Dini

APRDI bersama OJK Sulselbar dan Bursa Efek Indonesia menggelar sosialisasi dan edukasi dalam rangka Road To Pekan Reksa Dana di Kota Makassar, Sulawesi Selatan dimulai 16 April lalu.

Kegiatan ini diawali oleh edukasi kepada jurnalis di Kantor OJK Sulselbar kemudian di beberapa perguruan tinggi yang memiliki galeri investasi BEI, seperti Universitas Negeri Makassar, Universitas Atma Jaya Makassar, STIEM Bongaya, IBK Nitro, dan ITB Nobel Indonesia.

Moch. Muchlasin menekankan bahwa investasi harus dimulai sejak dini. Untuk itu, edukasi digelar di kampus untuk menyasar mahasiswa.

Dia juga menyebut, edukasi ini harus dibarengi dengan pemahaman soal risiko. Jadi, anak muda harus bijak dalam berinvestasi termasuk memahami legalitas produk, manfaat, risiko, serta hak dan kewajiban ebelum berinvestasi.

“Karena anak muda bisa melakukan investasi jangka panjang, jadi kita harus berikan pemahaman lebih dulu,” ujarnya.

Selain di Makassar, sosedu Road to Pekan Reksa Dana 2026 juga digelar di empat kota, yakni Surabaya (7–8 April), Semarang (9–10 April), Medan (14–15 April), dan Bandung (20–21 April).

Dalam sosedu ini, APRDI bersama OJK dan BEI turut memperkenalkan program Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) dan kampanye #ReksaDanaAja yang baru diluncurkan di Main Hall Bursa Efek Indonesia Jakarta pada 27 April kemarin sekaligus menjadi bagian dari Pekan Reksa Dana 2026.
Marsangap P. Tamba mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat seiring pertumbuhan signifikan industri reksa dana pada tahun 2025.

Menurutnya, tren ini perlu terus dijaga melalui penguatan literasi dan inklusi, terutama di kalangan generasi muda yang kini mendominasi komposisi investor reksa dana.

“Melalui SOSEDU APRDI 2026 dan kampanye #ReksaDanaAja, kami mendorong pendekatan edukasi yang lebih interaktif dan partisipatif agar masyarakat semakin memahami pentingnya investasi yang terencana melalui reksa dana,” tutupnya. (*)

APRDI juga menggelar kompetisi bagi jurnalis dan mahasiswa dengan total hadiah Rp55 juta sebagai bagian dari rangkaian kampanye ini. Ada lomba penulisan artikel untuk jurnalis dan pembuatan konten Reels Instagram untuk mahasiswa.

Seluruh karya peserta wajib dipublikasikan selama Pekan Reksa Dana 2026 yang berlangsung pada 25 April hingga 8 Mei 2026. Selanjutnya, pengumuman pemenang akan disampaikan melalui akun Instagram @ReksaDanaAja pada 17 Juni 2026. (*)