Dari Daerah Terjauh Libureng, BPJS Keliling Hadir Mendekatkan Layanan JKN
BONE, GOSULSEL.COM – Bagi setiap warga, layanan yang mudah dijangkau adalah sebuah dambaan. Terlebih kepada mereka yang tinggal jauh dari pusat kota.
Dari daerah bagian selatan Kabupaten Bone, warga kecamatan Libureng menantikan impian tersebut. Sebab, akses ke berbagai layanan esensial serba sulit.
Warga Libureng dihadapkan kendala kondisi geografis. Layanan seperti pengurusan administrasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hanya ada di ibukota Kabupaten Bone, yaitu Watampone.
Secara geografis, Bone dikenal sebagai salah satu kabupaten terbesar di Sulawesi Selatan dengan luas wilayah 4.559,00 km², setelah Luwu Utara dan Luwu Timur. Beberapa kecamatan harus jauh dari ibukota Watampone, salah satunya Libureng.
Untuk menuju Watampone, warga Libureng menempuh jarak 68 kilometer. Idealnya, butuh dua jam untuk ke sana namun jalan yang berbatu dan terjal membuat waktu perjalanan menjadi lebih lama.
Tak ayal jika kemudahan akses layanan menjadi barang mahal di Libureng. Dari kondisi geografis, kesulitan mereka sudah tergambar jelas.
Hingga akhirnya BPJS Kesehatan hadir mendekatkan layanan kepesertaan JKN. Melalui program BPJS Keliling, armada Mobile Customer Services (MCS) diterjunkan ke beberapa daerah terjauh seperti Libureng.
Segala layanan administrasi JKN dapat dilakukan lewat BPJS Keliling, mulai dari pendaftaran peserta, pengecekan status peserta, hingga pindah fasilitas kesehatan (faskes).
Di Libureng, mobil BPJS Kesehatan datang pada Jumat (17/7/2026). Warga sedari pagi telah menunggu untuk mengurus administrasi kepesertaan JKN mereka.
Kunjungan ke Libureng sudah jauh hari ditetapkan BPJS Cabang Watampone. Informasi itu bahkan disebar melalui media sosial Instagram sejak 1 Juli 2026.
Berdasarkan informasi, BPJS Keliling dijadwalkan hadir di Libureng pada 17 Juli setelah berkunjung ke empat titik lainnya, salah satunya puskesmas Gaya Baru, Kecamatan Tellu Limpoe di tanggal 10 Juli 2026 lalu.
Warga Libureng yang datang pada hari itu juga mengetahui jadwal tersebut lewat media sosial. Sebagian lainnya, diberi tahu oleh petugas puskesmas.
Sekira pukul 10.10 WITA, mobil BPJS Kesehatan tiba di puskesmas Libureng. Andi Mauliyana (27) dan Muhammad Yusril (25) terlihat keluar dari mobil itu. Mereka adalah petugas BPJS Cabang Watampone yang bertugas melayani warga Libureng.
Pintu belakang mobil pun dibuka untuk pelayanan. Ana–sapaan akrab Andi Mauliyana lalu mulai menyambut warga dan meminta salinan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) untuk dikumpul lebih dulu.
“Kita kumpulkan berkasnya untuk dipanggil lagi,” ujarnya.
Sedangkan Yusril tampak mendampingi. Ia memastikan warga mengantri dengan tertib sesuai urutan penyetoran berkas.
Setelahnya, Ana melayani warga satu per satu. Senyum sapanya menghangatkan suasana pelayanan, warga pun nyaman dilayani olehnya.
“Dalam kondisi apapun, kita tetap mengutamakan keramahan kepada warga,” lanjut Ana.
Kebanyakan warga memanfaatkan layanan dari MCS tersebut untuk pendaftaran peserta JKN mandiri dan perpindahan faskes. “Karena mereka ada faskesnya yang jauh jadi dia minta untuk dipindahkan ke Libureng,” jelasnya.
Solusi di Tengah Perjalanan Panjang
Perjalanan menuju kantor BPJS Cabang Watampone yang berada di pusat kota bukan perkara sepele bagi warga di Kecamatan Libureng. Selain harus menyisihkan waktu, biaya transportasi kerap menjadi pertimbangan tersendiri.
Mayoritas warga Libureng adalah petani. Dengan hasil panen yang tidak menentu, biaya transportasi kadang dirasa belum cukup untuk menempuh jarak 68 kilometer ke Watampone.
Selain itu, warga Libureng juga kebanyakan sudah lanjut usia (lansia). Kondisi fisik yang lemah membuat mereka tidak mampu lagi untuk melakukan perjalanan jauh.
Kehadiran mobil keliling BPJS Kesehatan menjadi solusi nyata dalam mengatasi kesulitan warga. Dengan layanan jemput bola itu, segala urusan administrasi JKN bisa terselesaikan dalam hitungan menit.
Andi Mauliyana (27), petugas BPJS Kesehatan Cabang Watampone melayani warga Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone melalui armada BPJS Keliling, Jumat (17/7/2026)/FOTO: AGUNG EKA-GOSULSEL
Ana mengaku, antusiasme warga selalu tinggi ketika mobil keliling BPJS Kesehatan datang. Apalagi bagi mereka tinggal jauh dari pusat kota Watampone.
“Warga ada yang sejak pagi sekali sudah menunggu kedatangan kami. Ini bukti kalau BPJS Keliling sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Sebagai wanita berdarah Bone, Ana tahu betul kesulitan warga Libureng mengakses layanan kepesertaan JKN. Sebab, pusat kota Watampone terbilang jauh dibanding ke Sinjai Utara, ibukota dari Kabupaten Sinjai yang hanya berjarak 55 kilometer.
Kondisi serupa juga ditemui saat ia bertugas di Puskesmas Gaya Baru, Kecamatan Tellu Limpoe. Di mana daerah ini lebih dekat 48 kilometer dari Watansoppeng, ibukota Kabupaten Soppeng ketimbang harus ke Watampone.
“Bone ini sangat luas wilayahnya tapi banyak kecamatan yang jauh dari kota Watampone,” ucap Ana.
Sehingga, menurut ia, BPJS Keliling mesti selalu hadir di tengah masyarakat. Program ini pun telah rutin dilaksanakan pada hari Senin dan Jumat.
“Di bulan Juli terakhir, kita ke Bontocani, salah satu kecamatan terpencil di Bone,” tutupnya.
Senyum Lega Warga Libureng
Kehadiran program BPJS Keliling dinantikan bagi seluruh warga di Kecamatan Libureng. Salah satunya Nurlaela (40).
Duduk di antrean depan, Nurlaela tak sanggup menyembunyikan rasa leganya. Ia mengaku sudah lama ingin mengurus pemindahan faskes keluarganya namun selalu tertunda karena kendala ongkos ke Watampone.
Nurlaela bersama sang suami, Rusli Hermawan dan tiga anaknya adalah peserta JKN bantuan pemerintah Kabupaten Bone. Program itu hanya didapat bagi keluarga tidak mampu secara ekonomi.
Untuk mengurus pemindahan faskes di Kantor BPJS Cabang Watampone, dia bahkan harus berpikir dua kali. Sebab, uangnya lebih baik digunakan untuk kebutuhan sehari-hari daripada habis untuk ongkos perjalanan.
“Mahal apa-apa sekarang jadi lebih baik dipakai untuk makan,” ujarnya.
Nurlaela (40) mengurus administrasi kepersertaan JKN melalui BPJS Keliling/FOTO: AGUNG EKA-GOSULSEL
Beberapa lansia juga tampak memadati area pelayanan. Jamal (52), salah satunya yang ingin mengecek status kepesertaan JKN bantuan langsung dari pemerintah pusat.
Ia mengaku ingin cepat berobat. Sebab, sakit punggung sudah lama dideritanya akibat terlalu lama bekerja sebagai petani.
“Saya takut kalau tidak aktif, malah bayar mahal nanti,” akunya.
Kehadiran Ana dan Yusril selaku petugas BPJS Kesehatan saat itu sigap dan sabar mendampingi mereka, membuat susana pelayanan terasa hangat dan humanis.
Hingga selesai salat Jumat tepatnya pukul 14.00 WITA, semua warga dilayani dengan baik. Selanjutnya, mereka diminta untuk mengunduh Mobile JKN untuk kemudahan akses layanan dan administrasi secara digital.
Komitmen Menjangkau Hingga Pelosok
Hadirnya mobil keliling BPJS Kesehatan di Kecamatan Libureng merupakan wujud nyata komitmen pemerataan akses jaminan kesehatan masyarakat.
Melalui pendekatan proaktif ini, BPJS Kesehatan memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat memiliki hak dan kemudahan akses yang sama terhadap layanan JKN.
BPJS Keliling dari BPJS Kesehatan Watampone hadir di puskesmas Libureng, Jumat (17/7/2026)/FOTO: AGUNG EKA-GOSULSEL
Kepala BPJS Cabang Watampone, Harbu A Hakim menyampaikan, program BPJS Keliling di Bone sudah ada sejak 9 Desember 2019. Hingga sekarang masih terus menjadi ujung tombak pelayanan mengingat animo masyarakat yang selalu tinggi.
“Jadi pada intinya untuk mendekatkan layanan kepada peserta, jadi kita jemput bola,” kata Harbu.
Tidak mudah untuk konsisten menjalankan program tersebut. Sebab dengan kondisi geografis Kabupaten Bone yang unik, BPJS Keliling selalu menemui berbagai tantangan.
Harbu mengatakan, petugas BPJS Keliling dihadapkan tantangan bila sudah memasuki daerah terjauh seperti Libureng.
Adapun tantangan yang dihadapi adalah jaringan internet yang tidak tersedia atau tidak stabil dan akses menuju lokasi yang rusak dan jauh.
“Selain itu, kehadiran masyarakat pada saat kegiatan dan keterlibatan pemerintah setempat untuk mendukung kegiatan di lokasi pelaksanaan,” jelasnya.
Kendati demikian, menurut Harbu, tantangan bukanlah kendala. Sejauh apapun masyarakat berada, BPJS Kesehatan bakal selalu hadir menjawab kebutuhan administrasi kepesertaan JKN mereka.
“Jadi harapannya BPJS Keliling tetap dilaksanakan untuk dapat mendekatkan layanan ke peserta,” tandasnya. (*)