#TRENDING
Personel Polsek Tanralili saat melakukan pengamanan dan pengaturan jalannya kegiatan karnaval PAUD dan TK dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Senin (17/08/2026)

Tangis di Tengah Karnaval, Polisi Tanralili Bantu Anak Temukan Orang Tuanya

Monday, 17 August 2026 | 21:06 Wita - Editor: A Nita Purnama - Reporter: Muhammad Yusuf

MAROS, GOSULSEL.COM – Kemeriahan karnaval PAUD dan TK dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Senin (17/08/2026), sempat diwarnai kepanikan sejumlah orang tua.

Di tengah ramainya peserta dan penonton, beberapa anak sempat terpisah dari orang tua mereka. Situasi itu segera mendapat perhatian personel Polsek Tanralili yang sejak awal berada di lokasi untuk melakukan pengamanan dan pengaturan jalannya kegiatan.

Petugas bersama panitia kemudian bergerak mencari dan mengidentifikasi anak-anak yang terpisah. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Anak-anak yang sempat kehilangan orang tuanya berhasil ditemukan dan dipertemukan kembali dengan keluarganya.

PT-Vale

Momen tersebut menjadi salah satu sisi humanis di tengah semaraknya karnaval yang diikuti lebih dari 20 kelompok PAUD dan TK se-Kecamatan Tanralili.

Karnaval dimulai sekitar pukul 09.20 WITA dengan rute dari Tribun Lapangan Sepak Bola Tubarania menuju pelataran Kantor Camat Tanralili.

Anak-anak tampil dengan beragam kostum. Ada yang mengenakan pakaian bernuansa merah putih, pakaian adat, kostum tokoh dan pahlawan nasional, hingga pakaian berbagai profesi yang menggambarkan cita-cita mereka.

Di sepanjang rute, suasana berlangsung meriah. Para orang tua dan masyarakat tampak antusias menyaksikan parade anak-anak. Tingkah polos peserta pun sesekali mengundang senyum, mulai dari anak yang tampil penuh percaya diri, malu-malu, hingga menangis karena suasana yang ramai.

Di tengah kondisi tersebut, keberadaan personel Polsek Tanralili menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan tidak hanya berlangsung aman dan tertib, tetapi juga memberikan rasa aman bagi anak-anak dan orang tua.

Kapolsek Tanralili Ipda Romi Sunggara mengatakan, pengamanan kegiatan yang melibatkan anak-anak membutuhkan perhatian lebih.

“Kami ingin memastikan kegiatan berlangsung aman dan nyaman, terutama karena pesertanya adalah anak-anak. Alhamdulillah, beberapa anak yang sempat terpisah dari orang tuanya dapat segera dipertemukan kembali,” ujar Romi.

Menurutnya, kehadiran polisi dalam kegiatan masyarakat tidak semata-mata menjalankan fungsi pengamanan. Polisi juga harus mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, terlebih dalam situasi yang menyangkut keselamatan dan kenyamanan anak-anak.

“Karnaval ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan semangat kebangsaan, mengenalkan keberagaman budaya, perjuangan para pahlawan dan rasa cinta tanah air sejak usia dini,” katanya.

Setelah seluruh rangkaian parade selesai, panitia menyerahkan piala kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan semangat peserta.

Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 10.30 WITA tersebut berlangsung aman, tertib, meriah dan kondusif.

Bagi personel Polsek Tanralili, memastikan anak-anak kembali ke pelukan orang tuanya menjadi bagian kecil namun bermakna dari tugas pengamanan. Di tengah perayaan kemerdekaan, kepedulian sederhana itu menjadi wajah lain dari kehadiran polisi di tengah masyarakat. (*)