#TRENDING
Caption Foto: Kasir No Limit di Jalan Hertasning Utara, Kota Makassar saat melayani pengunjung, Selasa 2 September 2026/FOTO: AGUNG EKA-GOSULSEL
Caption Foto: Kasir No Limit di Jalan Hertasning Utara, Kota Makassar saat melayani pengunjung, Selasa 2 September 2026/FOTO: AGUNG EKA-GOSULSEL

Digitalisasi di Kafe Kekinian, Cara CIMB Niaga Rayu Anak Muda Bertransaksi Non Tunai

Saturday, 10 October 2026 | 08:43 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Suasana di kafe No Limit, Jalan Hertasning Utara, Kota Makassar tidak pernah sepi. Dari pagi hingga subuh, pengunjung silih berganti datang.

Menjelang sore hari, Selasa, 2 September 2026, kondisi itu juga sama. Kursi selalu punya tuannya. Sebagian besar pengunjung itu pun adalah anak muda.

Pemandangan itu bisa dijumpai setiap hari. Namun paling ramai dikunjungi anak muda saat larut malam, tepatnya setelah pukul 23.00 WITA.

PT-Vale

Jangan heran, budaya nongkrong anak muda di Makassar memang tidak mengenal waktu. Bukan karena mereka pengangguran, hanya saja kafe adalah tempat terbaik untuk melepas penat setelah kerja.

Dan, No Limit dipilih anak muda lantaran beroperasi 24 jam. Konsep kafe ini masih jarang dijumpai di Makassar namun sangat disukai bagi pekerja muda yang pulang setelah shift sore atau malam.

Menurut Achriadi, Owner No Limit, anak muda suka nimbrung di kafe mulai malam hingga menjelang subuh. Dari sekadar ngopi hingga main domino bersama teman, serasa rumah kedua bagi mereka.

“Kami ingin tempat ini jadi rumah bersama. Mau datang pagi, siang, bahkan subuh pun, tetap kami layani,” jelas Adhe–sapaan akrabnya.

Kesuksesan Adhe membangun No Limit tidaklah mudah. Ia turut merasakan pahit getir sebagai pebisnis. Masalah datang berbarengan.

Dia bercerita, ketika itu, kafenya harus vakum setelah tempat lamanya di kawasan foodcourt Pasar Segar tidak lagi dikelola dengan baik. Di saat bersamaan, Covid-19 merebak di Makassar.

“Tapi kami kembali survive dengan buka cabang kembali. Namanya kami pertahankan, hanya saja dari desain logo kami perbarui dengan mengikuti perkembangan saat ini, termasuk konsepnya,” jelasnya.

Namun, Ade lihai melihat perilaku anak muda di Makassar saat ini. Setelah jatuh berkali-kali membangun bisnis kopi, ia akhirnya merubah konsep menjadi kafe 24 jam seiring pergeseran budaya nongkrong hingga tengah malam.

No Limit kini menjelma sebagai kiblatnya kafe 24 jam di Makassar. Empat cabang telah dibuka, yaitu di Jalan Hertasning Utara (Setapak Pengayoman), Letjend Hertasning, Tupai, dan Racing Centre.

Masing-masing cabang telah menerapkan transaksi digital. Dari meja kasir hingga rompi pegawai, logo CIMB Niaga terlihat jelas.

Kehadiran CIMB Niaga di tengah kafe kekinian memudahkan pembayaran non tunai. Apalagi, digitalisasi sangat kental terhadap anak muda yang suka layanan cepat dan praktis.

Ubah Kebiasaan Anak Muda

Digitalisasi merubah perilaku anak muda di Makassar. Pembayaran konvensional perlahan mulai ditinggalkan. Sekarang, cukup membawa gawai, semua transaksi terselesaikan lewat QRIS.

CIMB Niaga menyediakan pembayaran digital itu di No Limit. Bahkan, ada penawaran diskon cashback sebesar 30 persen setiap transaksi di OCTO Pay.

Sebagai informasi, OCTO Pay adalah dompet digital dari CIMB Niaga. Inovasi itu terintegrasi langsung ke aplikasi OCTO Mobile.

Dengan OCTO Pay, transaksi apa saja bisa dilakukan mulai dari bayar via QRIS, belanja daring, hingga isi pulsa. Nasabah juga tidak dikenakan biaya admin bulanan dan saldo mengendap Rp0.

Di No Limit, Haikal (25) menggunakan OCTO Mobile sebagai alat bayarnya di kasir. Hanya butuh 10 detik, pembayaran untuk segelas Americano yang ia pesan selesai.

“Saya selalu pakai QRIS di OCTO. Kebetulan saya simpan uang di sini karena tidak ada saldo mengendap, jadi gampang kalau tarik tunai,” ucapnya, Jumat (9/10/2026).

OCTO Mobile/FOTO: AGUNG EKA-GOSULSELOCTO Mobile/FOTO: AGUNG EKA-GOSULSEL

Haikal bukan orang baru yang berkunjung di No Limit. Setidaknya, ia datang tiga kali seminggu bersama teman setelah pulang kerja.

Dia merasa nyaman nongkrong hingga larut malam di sana. Apalagi, dengan bermodalkan gawai, ia gampang bertransaksi lewat QRIS OCTO Mobile.

“Jarang bawa uang tunai, paling untuk isi bensin. Uangnya di simpan untuk dana darurat,” katanya.

Haikal juga mengandalkan OCTO Mobile karena pertimbangan keamanan digital. Sejauh ini, platform yang diluncurkan CIMB Niaga pada 4 Mei 2020 itu tidak ada kendala sama sekali.

“Paling maintanance, itu pun cepat,” tutupnya.

Dari CIMB Niaga untuk Indonesia Digital 2024

Memasuki usia ke-71 tahun, CIMB Niaga terus bertransformasi. Sejak 1955, nawacitanya selalu sama, yaitu hadir melangkah bersama Indonesia.

Indonesia kini masuk di era digital. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bahkan mendorong Indonesia Digital 2045, sebuah proyek jangka panjang untuk memandu transformasi digital nasional.

Salah satu pilar utamanya adalah ekonomi digital. Transaksi diharap beralih ke non tunai dengan QRIS sebagai alat bayar utama.

Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga, Lusiana Saleh/FOTO: INTHead of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga, Lusiana Saleh/FOTO: INT

Sejalan dengan visi itu, CIMB Niaga mendorong transformasi digital. Komitmen tersebut hadir dalam OCTO Mobile, platform ini menjadi jawaban dari perubahan perilaku masyarakat yang sudah serba digital utamanya dalam betransaksi.

“Semua yang kami bangun berputar pada cara membuat pengalaman finansial nasabah jauh lebih simpel dan terasa relevan. Hal ini sejalan dengan purpose CIMB Niaga untuk advancing customers & society,” kata Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga, Lusiana Saleh beberapa waktu lalu.

Berkat transformasi digital, kinerrja CIMB Niaga pada semester I 2026 cemerlang. Data manajemen mencatat peningkatan transaksi QRIS lewat OCTO Mobile meningkat 65% secara year on year (yoy), sementara pembukaan rekening pertama OCTO tumbuh 89% yoy.

Lusiana menyebut, perjalanan digital masih panjang. Untuk itu, upaya transformasi harus terus berjalan seiring tuntutan layanan yang cepat dan praktis.

Sebagai payung transformasi digital, OCTO Mobile akan terus dikembangkan. Sehingga, bukan sekadar alat transaksi, namun mampu mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola finansial.

“Dari situ, tujuannya adalah membuat perjalanan digital yang lebih mulus, meningkatkan kebiasaan transaksi, dan mendorong penetrasi produk, termasuk wealth yang selama ini belum maksimal,” tutup Lusiana. (*)


Tags: