Kapolsek Tallo Ungkap Kronologi Bentrok di Tengah Acara Ngopi Kamtibmas

Tuesday, 23 September 2025 | 19:50 Wita - Editor: Dilla Bahar -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Upaya meredam konflik justru berubah menjadi pemicu baru. Kegiatan Ngopi Kamtibmas yang digelar Polrestabes Makassar di Jalan Kandea III, Kecamatan Tallo, Senin malam (22/9/2025), tak berakhir sesuai harapan. Alih-alih menenangkan warga, forum dialog itu malah diwarnai bentrokan.

Kapolsek Tallo, Kompol Syamsuardi, tak menampik hal tersebut. Ia mengaku sengaja memilih lokasi rawan tawuran agar masyarakat bisa lebih terbuka dalam membahas keamanan.

“Jadi betul tadi malam itu kebetulan saya sengaja melaksanakan ngopi kamtibmas di tempat tawuran dengan harapan supaya meredam namun ternyata acara belum selesai, terjadi lagi tawuran,” ungkapnya di Mapolrestabes Makassar, Selasa (23/9).

PT-Vale

Suasana awalnya berjalan normal. Warga berkumpul, berdiskusi, dan tidak ada tanda-tanda keributan. Namun ketenangan buyar ketika kabar seorang remaja perempuan, NM (16) asal Lembo, terkena panah di bagian leher merebak di tengah forum.

“Jadi acara ngopi kamtibmas berjalan lancar namun tiba-tiba ada informasi bahwa ada yang kena lehernya itu lah pemicunya lagi sehingga timbul lah bunyi petasan di mana-mana. Karena mereka di sana itu indikasinya kalau mulai perang itu bunyi petasan,” jelas Syamsuardi.

Warga yang menghadiri kegiatan pun sempat panik mendengar informasi tersebut. Mereka berniat bubar, tetapi polisi menenangkan dan meminta masyarakat tetap tenang.

“Mereka panik (masyarakat yang hadir), mereka ingin langsung membubarkan diri namun kami tahan jangan panik. Nanti kami yang turun ke lapangan untuk meredam kembali,” tutur Syamsuardi.

Bentrok kali ini melibatkan sejumlah kelompok dari wilayah berbeda. Awalnya pecah antara warga Layang dan Sapiria, lalu merembet ke Layang dan Lembo, hingga akhirnya melibatkan Layang dengan lorong 148.

“Pertama itu terjadi tawuran antara Layang dengan Sapiria setelah itu merembes ke Layang dengan Lembo kemudian selanjutnya merembes ke Layang lawan lorong 148,” bebernya.

Selain NM, beredar kabar ada seorang pria yang terkena busur di bagian mata. Namun, polisi memastikan informasi itu belum bisa dipastikan.

“Kalau korban di matanya sampai sekarang kami belum terima laporannya,” tegas Syamsuardi.

Ia menambahkan, kabar tentang NM yang terkena panah menjadi pemicu besar kemarahan warga.

“Kalau menurut informasi yang saya dengar bahwa yang kena di leher itu sebelum ada istilahnya Patte lari, itu memicu juga sehingga terjadi perang lagi,” ucapnya.

Polisi kini masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan bentrokan di Kecamatan Tallo untuk mencegah insiden serupa kembali terulang.(*)


Tags: