Kadisdik Gowa, Taufiq Mursad (kanan), saat menghadiri kunjungan Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Daerah Tertinggal Kemenko PM bersama Tim Pemeriksa Kinerja Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kamis (06/11/2025)

Disdik Gowa Tegaskan Komitmen Pemerataan Akses Pendidikan, Dukung Evaluasi Nasional BPK dan Kemenko PM

Friday, 07 November 2025 | 20:43 Wita - Editor: A Nita Purnama - Reporter: Sri Wahyuni

BACA JUGA

GOWA, GOSULSEL.COM — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gowa menegaskan komitmennya dalam memperkuat mutu dan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini disampaikan di sela kunjungan Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Daerah Tertinggal Kemenko PM bersama Tim Pemeriksa Kinerja Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kamis (06/11/2025).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari uji petik pemeriksaan kinerja atas program pembangunan manusia di bidang kesejahteraan sosial tahun anggaran 2024 hingga triwulan III 2025, dengan fokus pada efektivitas program pendidikan dan kesejahteraan sosial di daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufiq Mursad, menilai kegiatan ini sebagai langkah penting dalam memperkuat akuntabilitas dan arah kebijakan pembangunan manusia, khususnya di sektor pendidikan.

PT-Vale

“Kami menyambut baik pemeriksaan kinerja ini karena menjadi ruang bagi kami untuk memastikan seluruh program pendidikan di Gowa berjalan sesuai prinsip pemerataan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Taufiq.

Salah satu lokasi yang menjadi titik observasi Tim BPK RI adalah Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 24 Gowa di Kecamatan Bontomarannu. Sekolah ini menjadi bagian dari upaya daerah untuk menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Meskipun bukan penggagas utama program tersebut, Disdik Gowa berperan penting dalam pembinaan, pendampingan, serta penguatan standar mutu pendidikan agar layanan belajar di SRMP tetap sejalan dengan kurikulum dan kebijakan pendidikan nasional.

“Kami memastikan anak-anak di SRMP mendapatkan hak belajar yang sama, baik dari sisi kurikulum, tenaga pendidik, maupun sarana pembelajaran. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program ini benar-benar efektif,” jelas Taufiq.

Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Daerah Tertinggal Kemenko PM, Leo Efriansyah, mengapresiasi keterlibatan aktif Pemkab Gowa dalam mendukung program penghapusan kemiskinan ekstrem, terutama melalui sektor pendidikan.

“Kami memilih Kabupaten Gowa sebagai daerah sampling karena ada banyak inovasi dan sinergi antar-perangkat daerah yang patut diapresiasi,” kata Leo.

Sementara itu, Pengendali Teknis BPK RI, Masyitoh Yahya Sinaga, menjelaskan bahwa pemeriksaan tematik ini melibatkan berbagai OPD terkait, termasuk Disdik, untuk menilai efektivitas program pembangunan manusia.

“Kami ingin memastikan program di bidang pendidikan dan kesejahteraan benar-benar berjalan sesuai standar dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Taufiq menegaskan bahwa Disdik Gowa akan terus memperkuat tata kelola pendidikan yang berorientasi pada pemerataan.

“Kami ingin memastikan setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan tumbuh. Itulah arah kebijakan pendidikan Gowa ke depan,” tegasnya.

Kunjungan Kemenko PM dan BPK RI ini menjadi bagian dari pemantauan nasional atas efektivitas program pembangunan manusia di berbagai daerah, dengan Kabupaten Gowa menjadi salah satu titik fokus karena capaian sinergi sektor pendidikan dalam mendukung kesejahteraan sosial masyarakat. (*)


Tags: