Film Penerbangan Terakhir Pukau Penonton di Makassar

Friday, 16 January 2026 | 20:06 Wita - Editor: Agung Eka -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Film garapan VMS Studio, Penerbangan Terakhir baru saja tayang di bioskop pada 15 Januari 2026. Film ini sukses memukau penonton khususnya di Kota Makassar.

Film yang mengangkat kisah skandal cinta di dunia penerbangan ini dibintangi Jerome Kurnia, Nadya Arina, dan Aghniny Haque.

Jerome Kurnia berperan sebagai Kapten Deva, seorang pilot yang dikenal suka melakukan love bombing kepada para pramugari. Nadya Arina sebagai Tiara pun kepincut dengan rayuan gombalan Deva sehingga muncul konflik yang menguras emosi penonton.

PT-Vale

Film ini diproduseri Tony Ramesh dan Shalu T.M., serta disutradarai Benni Setiawan. Selain tiga pemeran utama, film ini turut dibintangi Nasya Marcella dan Vintha Devina Bertha.

Jerome Kurnia dan Nadya Arina pun datang menyapa penonton di Makassar tepatnya di Studio XXI Mall Panakkukang, Jumat (16/1/2026). Keduanya disambut penuh antusias para penonton.

Jerome mengaku bersyukur atas animo tinggi para penonton di Makassar menyambut film Penerbangan Terakhir.

“Seru banget dan kita baru nyampai tadi siang dan pas sampai di bioskop, benar-benar ramai banget, semua antusias. Itu yang membuat kita bahagia,” katanya.

Jerome Kurnia mengaku melakukan pendalaman peran secara serius. Ia bahkan mengikuti workshop bersama pilot aktif Indonesia demi membangun karakter Kapten Deva secara realistis.

“Saya belajar langsung dari pilot yang masih aktif, bagaimana bersikap dan membawa diri sebagai seorang pilot. Semoga siapa pun yang menonton bisa terhibur,” ujarnya.

Jerome menambahkan, tidak ada karakter yang benar-benar antagonis dalam film ini. Setiap tokoh memiliki sisi baik dan buruk yang membuat dramanya terasa manusiawi dan dekat dengan realitas.

Nadya Arina juga mengapresiasi antusias penonton di Makassar, apalagi sampai mereka larut dalam emosi berkat kisah skandal cinta antara Kapten Deva dan Tiara.

“Enaknya nonton ramai, jadi marahnya ramai-ramai. Yah yang kita lihat itu memang begitu,” ujarnya.

Sementara itu, Produser Tony Ramesh menyebut Penerbangan Terakhir menjadi film pembuka VMS Studio di tahun 2026 yang diangkat dari fenomena yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan sempat ramai diperbincangkan.

Menariknya, film ini juga menggelar penayangan kedua di Makassar. Dalam kunjungannya ke Cinema XXI Panakkukang Mall, Nadya Arina mengungkapkan tantangan yang ia hadapi saat memerankan karakter pramugari dalam film tersebut.

Ia mengaku awalnya sangat awam dengan dunia penerbangan. Namun, proses pendalaman karakter terbantu melalui workshop yang dijalani bersama tim produksi.

Nadya juga menyampaikan pesan khusus bagi remaja perempuan agar menjadikan film ini sebagai pelajaran.

Ia berharap penonton muda tidak terjebak pada romantisasi dunia yang digambarkan dalam film, melainkan mampu mengambil hikmah dari konflik para tokohnya.

Apalagi, novel yang menjadi dasar cerita film ini ditulis oleh seorang mantan pramugari, sehingga kisahnya terasa lebih autentik.

Penerbangan Terakhir masih tayang di bioskop seluruh Indonesia dan siap mengajak penonton larut dalam emosi, konflik, serta refleksi tentang cinta, pilihan, dan konsekuensinya. (*)