Geliat Ekonomi Warga Pomalaa Berkat Program LRP dari PT Vale

Thursday, 30 October 2025 | 11:10 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

KOLAKA, GOSULSEL.COM – PT Vale Indonesia Tbk sebagai bagian dari anggota MIND ID, BUMN Holding Industri Pertambangan berkomitmen terus memberikan perhatian kepada warga, salah satunya dengan menggerakkan perekonomiannya.

Untuk itu, PT Vale menghadirkan Livelihood Restoration Program (LRP). Program ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung agenda Indonesia Emas 2045 sekaligus memperkuat penerapan prinsip ESG di sektor industri strategis.

Manager External Relations IGP Pomalaa, Hasmir menjelaskan, LRP hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak perubahan tata guna lahan, khususnya di kawasan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa. Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis kebutuhan lokal, program ini dirancang untuk membangun kapasitas masyarakat agar mampu menciptakan mata pencaharian yang berkelanjutan.

PT-Vale

“Sebagai perusahaan pertambangan berkelanjutan, PT Vale ingin memastikan transformasi kawasan industri berlangsung inklusif dan memberdayakan,” ujarnya beberapa waktu yang lalu.

Program ini mencakup pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, penyediaan alat produksi, hingga fasilitasi akses pasar. Fokusnya diarahkan pada sektor-sektor yang dekat dengan kehidupan masyarakat seperti pertanian, perikanan, peternakan, industri rumahan, dan tata boga.

Lebih dari 50 warga telah merasakan dampak nyata program ini—mulai dari peningkatan keterampilan, tambahan pendapatan, hingga terbentuknya usaha bersama yang lebih terstruktur. Para penerima manfaat didampingi tenaga ahli untuk merancang model bisnis yang relevan dan tangguh menghadapi perubahan ekonomi.

“LRP menunjukkan bahwa investasi tak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat,” lanjut Hasmir.

Salah satu peserta, Rini, dulu hanya mengandalkan hasil tani yang bergantung musim. Setelah mengikuti pelatihan tata boga dan memperoleh peralatan produksi, ia kini mengelola usaha katering yang semakin dikenal.

“Dulu masak hanya untuk keluarga. Sekarang saya bisa punya penghasilan sendiri dan bahkan mengajak tetangga bekerja,” tuturnya.

Selain menjalankan program, PT Vale juga memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya guna menjaga kesinambungan program dan kesesuaiannya dengan rencana pembangunan daerah.

Dengan pendekatan tersebut, LRP bukan sekadar program tanggung jawab sosial, tetapi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat Pomalaa yang mandiri, inklusif, dan berdaya saing global. (*)