Akselerasi Penerapan Energi Bersih dalam Operasional PT Vale
LUWU TIMUR, GOSULSEL.COM – Upaya PT Vale Indonesia Tbk sebagai perusahaan tambang berkelanjutan ditunjukkan dengan penerapan energi bersih dalam operasionalnya.
Sejak awal operasi di Sorowako, Luwu Timur, PT Vale memilih untuk tidak bergantung pada pembangkit berbahan bakar fosil, pemicu emisi karbon terbesar. Tiga PLTA—Larona, Balambano, dan Karebbe—dengan total kapasitas sekitar 365 MW telah menjadi tulang punggung energi mereka, jauh sebelum isu dekarbonisasi mengemuka. Keputusan ini sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dengan mengurangi ketergantungan pada impor BBM.
“Energi bersih adalah fondasi operasional kami. Komitmen ini sudah kami jalankan sejak 5 dekade lalu, bukan karena tuntutan regulasi, tetapi karena keyakinan bahwa ini adalah cara yang benar,” ujar Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto.
Efisiensi tersebut semakin meningkat melalui ROJALI, program yang lahir dari kajian LCA 2022 untuk menjaga suplai PLTA ke jaringan auxiliary grid saat jaringan utama dipelihara. Tanpa ROJALI, kebutuhan itu dipenuhi PLTD berbahan bakar HSD. Hasilnya signifikan: semester I/2023, program ini menghemat 42,2 juta liter HSD dan menurunkan 77.978 ton CO₂e.
Dengan jejak karbon lebih rendah dibanding banyak tambang nikel lain, PT Vale mencatat konsumsi energi terbarukan 30,6% pada 2024.
Selain PLTA, perusahaan memanfaatkan biodiesel B35 dan menguji HVO sebagai pengganti bahan bakar fosil. Targetnya jelas: pengurangan emisi 33% pada 2030 dan Net Zero 2050. Pemanfaatan energi bersih ini bahkan menyuplai listrik 10,7 MW ke masyarakat Luwu Timur.
Di luar energi, perusahaan juga memperkuat komitmen lingkungan dan sosial. Pada 2024, rehabilitasi lahan mencapai 178,9 hektare, memperpanjang total restorasi menjadi 21.055 hektare. Program Matano Iniaku mengintegrasikan rehabilitasi hutan Danau Matano dengan ekowisata dan pemberdayaan ekonomi.
Lebih dari 5 juta pohon ditanam di dalam konsesi dan 12 juta di luar, termasuk 80.000 ebony endemik. Perusahaan juga mengembangkan Taman Keanekaragaman Hayati Sawerigading Wallacea dan fasilitas pembibitan 700.000 bibit per tahun, selaras dengan standar IRMA.
Keberhasilan PT Vale menerapkan pertambangan ‘hijau’ juga diiringi daya saing global. Dalam ajang Supply Chain Excellence Awards (SCEA) Asia Pacific 2025, perusahaan meraih penghargaan kategori Manufacturing melalui inovasi Proyek Rebuild Truk 0-Hour.
Program ini menjadi terobosan karena memulihkan truk tambang tua hingga kembali ke kondisi layaknya baru, alih-alih menggantinya dengan unit baru. Pendekatan tersebut memastikan performa dan keselamatan setara truk baru, sekaligus mengurangi limbah industri, menekan emisi dari proses manufaktur, dan memperkuat praktik ekonomi sirkular.
Inisiatif zero-hour rebuild sejalan dengan visi jangka panjang PT Vale yang menempatkan keberlanjutan sebagai inti operasional. Langkah ini menurunkan jejak karbon, meningkatkan efisiensi biaya, dan menjaga ketahanan armada untuk memenuhi permintaan global akan nikel—mineral penting dalam transisi energi bersih.
Sebagai bagian dari strategi keberlanjutan yang lebih luas, PT Vale juga mengembangkan solusi bahan bakar terbarukan melalui proyek Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) bersama PT Pertamina Patra Niaga, PT Trakindo Utama, dan PT United Tractors. Kolaborasi ini bertujuan menekan intensitas karbon di sektor logistik dan pertambangan.
Head of Supply Chain Management PT Vale, Sadewo, menegaskan bahwa program 0-Hour Truck Rebuild bukan sekadar perawatan, tetapi solusi keberlanjutan yang memperpanjang usia aset, mengurangi limbah, dan menekan emisi tanpa mengorbankan efisiensi operasional.
Presiden Direktur dan CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, menutup dengan menyebut bahwa penghargaan ini penting, namun dampak yang dihasilkannya jauh lebih bermakna.
Program tersebut mencerminkan warisan yang ingin dibangun PT Vale: inovasi yang melindungi lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan. Sebagai bagian dari MIND ID, perusahaan menegaskan komitmennya pada praktik tambang yang bijaksana demi masa depan yang lebih baik. (*)