Ngopi Awal Tahun, Bupati Gowa Tekankan Pelayanan Publik Harus Dekat dan Menyentuh Warga
MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menjadi pembicara dalam dialog publik bertajuk “Ngopi Awal Tahun” yang diselenggarakan Sun Squad Institute (SSI) di Jalan Singa, Makassar, Senin (12/01/2026).
Dialog ini mengangkat tema “Sinergitas Pemerintah Daerah dalam Sentuhan Langsung kepada Masyarakat”. Kegiatan tersebut menjadi wadah diskusi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat untuk membahas pelayanan publik serta pembangunan daerah.
Dalam pemaparannya, Bupati Talenrang menekankan pentingnya pelayanan publik yang dilakukan dengan pendekatan manusiawi. Menurutnya, pelayanan yang baik adalah bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Prinsip yang harus kita pegang adalah pemerintah hadir bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani. Pelayanan publik adalah wajah negara yang pertama kali dirasakan masyarakat,” kata orang nomor satu di Gowa ini.
Ia menjelaskan, kualitas pelayanan sangat berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Karena itu, pemerintah daerah tidak cukup hanya membuat kebijakan, tetapi juga harus hadir langsung mendengar dan merespons kebutuhan warga.
“Pelayanan yang cepat, ramah, akuntabel, dan solutif akan membuat masyarakat merasakan kehadiran kita secara nyata,” tegasnya.
Untuk memastikan pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Gowa memusatkan perhatian pada tiga sektor utama, yaitu pendidikan, kesehatan, dan administrasi kependudukan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Talenrang juga memaparkan upaya pemerintah daerah dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa. Ia menyebutkan ada tiga langkah utama yang menjadi fokus.
Langkah pertama adalah memastikan data yang digunakan benar dan akurat melalui pemanfaatan data P3KE agar bantuan tepat sasaran. Langkah kedua berupa intervensi yang lebih spesifik, tidak hanya bantuan tunai, tetapi juga pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan UMKM, bantuan alat pertanian dan perikanan, serta peningkatan keterampilan. Sementara langkah ketiga adalah memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan SKPD, Baznas, dan berbagai pihak terkait.
“Alur program ini seperti pendampingan kasus. Dimulai dari keluarga miskin ekstrem, dilakukan asesmen menyeluruh, kemudian dipasangkan dengan Orang Tua Asuh untuk menentukan bentuk intervensi yang paling tepat,” jelasnya.
Program tersebut diharapkan mampu menekan angka kemiskinan ekstrem sekaligus meningkatkan pendapatan dan produktivitas masyarakat secara berkelanjutan.
Selain Bupati Gowa, dialog publik ini juga menghadirkan Bupati Maros, Chaidir Syam, sebagai narasumber. Ia berbagi pengalaman tentang pentingnya sinergi dan kolaborasi antar pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
Ia menilai Sun Squad Institute sebagai ruang diskusi terbuka yang mendorong lahirnya solusi bersama.
“Tempat ini menjadi ruang kolaborasi. Di sinilah kita mencari jalan terbaik untuk mengentaskan persoalan yang kita hadapi bersama,” ujarnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan dipandu moderator Rijal Jamal serta menghadirkan panelis Harmansyah dan Prof. Zakir Sabara.(*)