Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat melakukan penyerahan bantuan kepada pelaku UMKM, di Halaman Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa, Jalan Kompleks Rumah Jabatan, Selasa (13/01/2026)/FOTO: Instagram @humasgowa

Pemkab Gowa Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Bantuan Peralatan Usaha

Wednesday, 14 January 2026 | 08:35 Wita - Editor: A Nita Purnama -

GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menyalurkan bantuan peralatan usaha kepada 221 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penyerahan bantuan ini berlangsung di Halaman Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa, Jalan Kompleks Rumah Jabatan, Selasa (13/01/2026).

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat meningkatkan pendapatan melalui penguatan usaha produktif.

“Bantuan ini diberikan agar pelaku UMKM bisa meningkatkan produksi dan pendapatannya. Misalnya jika sebelumnya produksi hanya tiga, dengan adanya peralatan baru dari pemerintah, produksinya bisa meningkat hingga dua kali lipat dan pasti akan mendorong kreativitas para pelaku usaha,” ungkapnya.

PT-Vale

Menurut Bupati, ketersediaan peralatan yang memadai akan membantu pelaku UMKM menghasilkan produk yang lebih menarik, berkualitas, dan diminati masyarakat. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga.

“Inilah tujuan pemerintah hadir membantu masyarakat, agar usaha yang dijalankan berkembang dan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan keluarga,” tambahnya.

Bupati Talenrang juga menjelaskan bahwa jumlah penerima bantuan tahun ini merupakan yang terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia berharap ke depan jumlah bantuan dapat terus ditingkatkan.

“Tahun ini meningkat menjadi 221 UMKM karena masuk dalam program prioritas. Insyaallah ke depan akan kita upayakan jumlahnya semakin bertambah agar pendapatan masyarakat kita juga semakin meningkat,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa, Mahmuddin, menjelaskan bahwa bantuan peralatan UMKM merupakan bagian dari Program Prioritas Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin (Hati Damai). Program ini masuk dalam prioritas kelima dari sembilan program Pemkab Gowa yang fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan dan peningkatan daya saing UMKM.

“Perkembangan UMKM Kabupaten Gowa tahun 2025 tercatat sebanyak 60.537 UMKM, terdiri dari 56.204 usaha mikro, 3.790 usaha kecil, dan 542 usaha menengah. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 58.271 UMKM,” sebutnya.

Mahmuddin menambahkan, bantuan peralatan disalurkan kepada 221 UMKM yang tersebar di 18 kecamatan. Dari jumlah tersebut, terdapat 141 UMKM perempuan, 80 UMKM laki-laki, serta 7 UMKM penyandang disabilitas.

“Jumlah bantuan ini sangat meningkat dan menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Gowa dalam memperkuat peran UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan produktivitas, kualitas produk, dan kesejahteraan pelaku UMKM. Salah satu penerima bantuan, Halijah, pelaku usaha jahit di Katangka, mengaku sangat bersyukur atas mesin jahit yang diterimanya.

“Alhamdulillah samgat bersyukur, Insya Allah dengan mesin baru ini kami berharap produksi bisa bertambah. Saat ini saya sudah mempekerjakan dua orang,” katanya.

Selain mesin jahit, Pemkab Gowa juga menyalurkan berbagai peralatan usaha lainnya, seperti kompor, panci, wajan besar, etalase jualan, gerobak usaha, kompresor, serta peralatan pendukung lain sesuai kebutuhan masing-masing UMKM. Bantuan tersebut diserahkan secara bertahap.

Usai penyerahan simbolis, Bupati Gowa didampingi Wakil Ketua DPRD Gowa Taufik Surullah, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Andy Azis, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mahmuddin, serta Camat Somba Opu Nuraeny Apriyani, turut menyerahkan bantuan kepada UMKM disabilitas dan pelaku usaha lainnya, di antaranya Rahmat dari Kelurahan Pandang-Pandang, Kasmawati Azis dari Kelurahan Bonto-Bontoa, serta Hendra, pelaku UMKM perbengkelan dari Kelurahan Tompobalang, Kecamatan Somba Opu.(*)