Gowa Ingin Jadi Kabupaten UMKM, Pemerintah Perkuat Dukungan untuk Pelaku Usaha
GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menargetkan daerahnya menjadi Kabupaten UMKM. Target ini ditetapkan karena sektor usaha mikro, kecil, dan menengah dinilai sebagai penggerak utama perekonomian daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, saat menerima kunjungan kerja Anggota DPR RI Komisi VII, Achmad Daeng Se’re, bersama Deputi dan Asisten Deputi Perluasan Pasar Usaha Menengah Kementerian UMKM, Harun Adama Sume. Kegiatan ini dirangkaikan dengan dialog bersama pelaku UMKM Kabupaten Gowa di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Jumat (16/01/2026).
Andy Azis menjelaskan, Pemkab Gowa terus memperkuat dukungan terhadap pengembangan UMKM karena besarnya potensi usaha yang dimiliki daerah ini.
“Pemerintah mendorong agar Kabupaten Gowa dapat menjadi sebagai Kabupaten UMKM, mengingat besarnya potensi serta jumlah pelaku usaha yang ada di daerah tersebut,” katanya.
Hingga akhir tahun 2025, jumlah UMKM di Kabupaten Gowa tercatat mencapai 62.410 unit usaha. Jumlah tersebut terdiri dari 58.000 usaha mikro, 3.850 usaha kecil, dan 560 usaha menengah. Selain itu, terdapat 574 UMKM unggulan yang bergerak di berbagai bidang, seperti pangan olahan, kerajinan, dan produk berbasis potensi lokal.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah. Dengan jumlah pelaku usaha yang besar dan potensi yang terus berkembang, Kabupaten Gowa sangat layak untuk ditetapkan sebagai Kabupaten UMKM,” ujar Andy.
Ia juga menyebutkan, sebanyak 558 UMKM di Gowa telah menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, mulai dari swasta, BUMN, hingga lembaga lainnya. Kemitraan ini bertujuan memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk UMKM.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pada tahun 2025 Pemkab Gowa telah menyalurkan bantuan peralatan usaha kepada 221 UMKM. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produk. Selain itu, Pemkab Gowa juga mengusulkan pembangunan rumah kemasan untuk membantu peningkatan kualitas kemasan, branding, dan nilai tambah produk UMKM.
“Kami berharap adanya dukungan dari Komisi VII DPR RI serta Kementerian UMKM agar usulan ini dapat terealisasi. Dengan demikian, UMKM Kabupaten Gowa dapat naik kelas, berdaya saing nasional bahkan global, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Andy Azis juga menyoroti bahwa salah satu kendala utama yang masih dihadapi UMKM di Kabupaten Gowa adalah akses permodalan.
“Pemkab Gowa optimistis, melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan para pemangku kepentingan, pengembangan UMKM yang berkelanjutan dapat terwujud dan menjadikan Gowa sebagai salah satu pusat pertumbuhan UMKM di Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi VII dari Dapil Sulawesi Selatan I, Achmad Daeng Se’re, menyampaikan bahwa seluruh masukan dari pelaku UMKM Gowa akan dibawa ke tingkat nasional.
“Insya Allah mitra kerja Komisi VII program terkait hari ini, saya suarakan ke tingkat nasional, saya mohon do’a ta semua,” ujar De’de, sapaan politisi Partai Nasdem tersebut.
Hal yang sama disampaikan Asisten Deputi Perluasan Pasar Usaha Menengah Kementerian UMKM, Harun Adama Sume. Ia memastikan aspirasi pelaku UMKM Gowa akan diteruskan ke pimpinan terkait.
“Apa yang menjadi usulan dari para pelaku UMKM di Kabupaten Gowa, nanti kami sampaikan ke deputi terkait. Usulannya pasti kami sampaikan,” ujarnya.
Dialog tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gowa, Mahmuddin, beserta jajaran.(*)