Peminat Motor Yamaha Tetap Tinggi di 2025, NMAX hingga Aerox Paling Laku

Saturday, 03 January 2026 | 11:08 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

JAKARTA, GOSULSEL.COM – Yamaha sebagai salah satu brand kendaraan roda dua di Indonesia membuktikan bahwa peminatnya masih tinggi di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih.

Pasar roda dua nasional terpantau relatif stabil sepanjang Januari-November 2025 dengan melihat data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), di mana distribusi domestik sepeda motor selama periode Januari-November 2025 tercatat mencapai 5.950.844 unit.

Angka tersebut nyaris tidak berbeda jauh dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di level 5.929.830 unit.

PT-Vale

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) selaku produsen kendaraan Yamaha di Indonesia itu menyebut masih mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi yang ada.

“Ya Alhamdulillah, dibanding tahun lalu walaupun demand-nya sedikit turun, tapi Yamaha tetap bisa stabil sih,” ujar Rifki Maulana, Public Relation, YRA & Community YIMM beberapa waktu yang lalu.

Ia menegaskan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kinerja penjualan Yamaha secara umum masih berada pada level yang sama.

“Kalau dibanding tahun lalu, penjualan Yamaha masih stabil,” ucapnya.

Terkait fenomena penurunan penjualan mobil yang tidak diikuti oleh pasar sepeda motor, Rifki menyebut ada beberapa kemungkinan yang terjadi di lapangan. Salah satunya adalah perubahan strategi dan preferensi konsumen.

Kalau melihat data GAIKINDO, total wholesales mobil sepanjang Januari-November 2025 tercatat 710.084 unit.

Artinya terjadi penurunan 9,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 785.917 unit.

“Ini baru asumsi ya, bisa jadi juga kan dari kami Yamaha memang mendorong premium kategori, ya dari MAXI Series,” jelas Rifki.

Menurutnya, fokus Yamaha ke segmen skutik premium seperti MAXI Series turut menopang kinerja perusahaan di tengah pasar yang cenderung stagnan.

Skutik bongsor seperti NMAX, Aerox, hingga XMAX masih menjadi tulang punggung penjualan Yamaha secara nasional.

Selain itu, Rifki juga tidak menutup kemungkinan adanya pergeseran konsumen dari kendaraan roda empat ke roda dua, seiring kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi.

“Bisa jadi juga dengan kondisi roda empat turun, mereka beralih ke roda dua. Itu kemungkinan juga ada terjadi, memang ada kondisi seperti itu di pasar,” katanya.

“Mungkin mencari alternatif yang lebih tepatnya,” tandas Rifki. (*)