Yayasan Wakaf UMI Komitmen Perkuat Infrastruktur dan Transformasi Digital Kampus

Saturday, 18 April 2026 | 17:33 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Ketua Pengurus Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia, Prof Masrurah Mokhtar menegaskan komitmen Yayasan dalam memperkuat pembangunan fisik, layanan, dan transformasi digital kampus pada momentum Wisuda Periode I Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Prof Masrurah menyampaikan bahwa UMI dibangun di atas nilai wakaf, keikhlasan, dan pengabdian, sehingga lulusan yang dilepas tidak hanya membawa gelar.

“Tetapi juga amanah untuk hadir dan bermanfaat di tengah masyarakat,” ucapnya.

PT-Vale

Pada kesempatan itu, Yayasan juga memaparkan dukungan dari berbagai mitra strategis, di antaranya penyerahan dua unit ambulans Toyota Hiace dari Bank Muamalat Indonesia untuk penguatan layanan kesehatan RS Ibnu Sina, dana kebajikan Rp152 juta dari CIMB Niaga Syariah, bantuan program dan kendaraan dari Bank Mega Syariah, serta dukungan operasional, beasiswa, sarana umrah, dan tenda kegiatan dari Bank Syariah Nasional.

“Bank Sulselbar Syariah juga menyerahkan satu unit motor Viar kepada Yayasan Wakaf UMI,” katanya.

Selain itu, dia menyebut sejumlah pembangunan yang telah selesai, seperti Gedung Perkuliahan UMI di Kabupaten Bantaeng dan Gedung Olahraga Mahasiswa berkapasitas 3.000 orang. Sementara itu, beberapa proyek lain masih dalam tahap penyelesaian, termasuk gedung tujuh lantai Fakultas Kedokteran Gigi, penataan lingkungan Rumah Sakit Ibnu Sina, dan lingkungan Kampus II Jalan Urip Sumoharjo.

Prof Masrurah juga menegaskan arah besar pengembangan UMI ke depan melalui percepatan transformasi digital kampus. Ditargetkan paling lambat akhir 2027 atau awal 2028, UMI menjadi kampus digital yang adaptif, terintegrasi, dan berkelas dunia. Sebagai langkah konkret, UMI telah menjalin kesepahaman strategis dengan PT Ruijie Networks dari Tiongkok untuk penguatan infrastruktur jaringan kampus, peningkatan kapasitas digital LMS, integrasi sistem akademik berbasis teknologi, dan dukungan pembelajaran modern berbasis AI.

Menutup sambutannya, Prof Masrurah berpesan kepada para wisudawan agar tidak memisahkan ilmu dari akhlak. Menurutnya, ilmu tanpa akhlak akan kehilangan cahaya, sedangkan akhlak tanpa ilmu akan kehilangan arah.

“Membesarkan UMI bukan hanya gedungnya, tetapi keikhlasan orang-orang di dalamnya,” tutupnya. (*)