Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, saat melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi (monev) di Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Baruga Tinggimae, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Gowa, Selasa pagi (05/05/2026)/FOTO: Instagram @pkkgowa

Ketum TP PKK Puji Gowa, Capaian Imunisasi Zero Dose Lampaui Target

Tuesday, 05 May 2026 | 18:31 Wita - Editor: A Nita Purnama -

BACA JUGA

GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mencatat capaian positif dalam pelaksanaan program Imunisasi Zero Dose (IZD). Dari target awal sebanyak 5.787 anak balita, realisasinya justru melampaui angka tersebut dengan total 5.985 anak yang berhasil diintervensi. Program ini menjangkau anak-anak di 167 desa dan kelurahan yang tersebar di 18 kecamatan, dengan capaian mencapai 101,6 persen.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak. Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa berperan aktif dengan menggandeng pemerintah desa dan kelurahan, pemerintah kecamatan, hingga tenaga kesehatan di Puskesmas dan Posyandu. Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam mempercepat pelaksanaan imunisasi bagi anak-anak yang sebelumnya belum pernah menerima vaksin sama sekali.

Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, saat melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi (monev) di Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Baruga Tinggimae, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Gowa, Selasa pagi (05/05/2026). Di hadapan kader PKK se-Sulsel, ia menyampaikan kekagumannya atas kerja nyata yang dilakukan di Kabupaten Gowa.

PT-Vale

“Jika sasaran atau target 5.787 anak dikali 24 kabupaten-kota di Sulsel maka begitu besarnya jumlah anak balita yang perlu diimunisasi. Dan jika seluruh TP PKK kabupaten-kota mampu melakukan kerja cepat secara keroyokan/kolaboratif seperti di Gowa maka sudah tentu 140 ribu lebih anak bisa terimunisasi. Imunisasi Zero Dose ini artinya adalah anak yang sama sekali belum pernah diimunisasi satu jenis pun vaksin. Padahal kita ketahui bersama jika ada anak tidak diimunisasi maka risiko mengalami gangguan penyakit di kemudian hari. Makanya, sejak dini, sejak anak masih bayi hingga balita wajib dilindungi dengan diimunisasi. Agar besarnya nanti anak tidak mengalami polio dan penyakit berbahaya lainnya,” kata Tri Tito.

Ia juga menegaskan bahwa imunisasi merupakan langkah awal dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Namun, menurutnya, keberhasilan tersebut harus didukung dengan pola asuh yang baik dari orang tua.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Sulsel sebagai lokasi pelaksanaan program prioritas nasional ini.

“Kami sangat berterima kasih atas amanah ini. Inilah kerja nyata dari PKK. Dan kami pun berterima kasih karena TP PKK Pusat menjadikan Sulsel sebagai lokus IZD ini. Insya Allah pemerintah provinsi hingga ke pemerintah kabupaten dan kota mampu melakukan kerja kolaboratif ini. Terkhusus pelaksanaan IZD di Gowa yang mampu melampaui target, ini adalah kerja kerja tim dari PKK dan seluruh Camat, pihak Puskesmas dan para kader PKK di bawah. Mereka bergerak cepat terstruktur sehingga capai 101,8 persen atau 5.985 anak bisa diintervensi dari target awal 5.787 anak saja,” ungkap Gubernur Sulsel.

Bupati Gowa, Husniah Talenrang, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 Kabupaten Gowa ditetapkan sebagai salah satu daerah prioritas nasional untuk penanganan anak Zero Dose.

“Alhamdulillah, berkat instruksi pak gubernur, kami di Gowa mampu mengintervensi anak hingga di atas 100 persen pada 18 April. Realnya adalah 5.985 anak berhasil kita intervensi dari 5.787 anak (101,6 persen) sebagai target,” jelas Husniah Talenrang.

Ia menambahkan, kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan mampu memperkuat strategi pelaksanaan program ke depan agar lebih efektif dan berkelanjutan.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk sama sama memastikan bahwa setiap anak di Gowa mendapatkan haknya untuk hidup sehat melalui imunisasi lengkap. Satu anak yang tidak diimunisasi adalah satu risiko di masa depan kita. Dengan dukungan program nasional ini termasuk kolaborasi bersama PKK, target zero doze dapat tercapai signifikan,” ajak Husniah Talenrang.

Setelah kegiatan monev, Ketua Umum TP PKK Pusat melanjutkan kunjungan ke Kecamatan Pallangga untuk meninjau langsung pelaksanaan imunisasi di lapangan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah DM, menegaskan bahwa meskipun target telah tercapai, upaya imunisasi tidak akan berhenti. Pihaknya akan terus bergerak bersama pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi.

“PKK akan terus bergerak. Kita tidak akan berhenti meski target telah terpenuhi. Sebab anak itu penting, mereka adalah generasi yang akan dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan. Agar SDM anak baik maka harus diimunisasi lengkap,” ungkap Indah.

Sebagai bentuk apresiasi, tiga Puskesmas yang berhasil mencapai target awal IZD sebesar 50 persen juga mendapatkan penghargaan. Puskesmas Kecamatan Pallangga meraih peringkat pertama dengan capaian 51,32 persen (330 anak sasaran) dan mendapatkan hadiah umrah. 

Peringkat kedua diraih Puskesmas Somba Opu dengan capaian 49,94 persen (385 anak sasaran) yang memperoleh hadiah sepeda motor listrik. Sementara itu, Puskesmas Bontomarannu berada di posisi ketiga dengan capaian 42,82 persen (305 anak sasaran). (*)