OJK Ungkap Utang Paylater Masyarakat Kini Tembus Rp12,8 Triliun
JAKARTA, GOSULSEL.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan buy now pay later (BNPL) mencapai Rp12,81 triliun pada Maret 2026. Angka itu tumbuh 55,85% secara tahunan (year on year/YoY), sekaligus menunjukkan penguatan dibandingkan pertumbuhan pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 53,53%.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK, Agusman, mengatakan peningkatan pembiayaan BNPL disebabkan meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat, terutama selama periode Ramadan dan Lebaran.
“Pertumbuhan tersebut antara lain dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan pembiayaan masyarakat, termasuk saat momentum Ramadan dan Lebaran,” ujar Agusman di Jakarta, Jumat (29/5/2026).
Berdasarkan data OJK, BNPL sempat mengalami perlambatan sejak akhir tahun lalu. Pada Desember 2025, pertumbuhan pembiayaan BNPL tercatat mencapai 75,05% YoY. Angka tersebut kemudian melambat menjadi 71,13% pada Januari 2026 dan kembali turun menjadi 53,53% pada Februari 2026.
Namun, pada Maret 2026 pertumbuhan kembali meningkat menjadi 55,85% YoY yang menandakan konsumsi belanja rumah tangga pada periode musiman dan keagamaan masih cukup tinggi.
Meski demikian, lanjut Agusman, OJK mengingatkan industri pembiayaan untuk tetap menjaga kualitas portofolio pembiayaan dengan memperketat seleksi calon debitur. Pasalnya, pertumbuhan yang agresif perlu diimbangi dengan penerapan manajemen risiko yang memadai guna mengantisipasi potensi kenaikan kredit bermasalah atau non-performing financing (NPF).
“Perusahaan pembiayaan didorong untuk meningkatkan kualitas penilaian kredit untuk mengantisipasi risiko gagal bayar,” tutupnya. (*)